Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
AS akan menghentikan pertukaran data terperinci mengenai persediaan senjata nuklirnya kepada Rusia, merespons perjanjian New START yang ditangguhkan Negara Beruang Merah itu.
WAKIL Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menyatakan negaranya siap berperang demi menolak rencana penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin.
UKRAINA dan Pengadilan Kriminal Internasional menandatangani kesepakatan untuk kantor lapangan untuk menyelidiki kejahatan perang Presiden Rusia Vladimir Putin.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyatakan keprihatinannya atas ancaman dari Rusia setelah mengeluarkan surat perintah penangkapan kejahatan perang untuk Presiden Vladimir Putin.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, menepis anggapan bahwa hubungan yang semakin erat antara Tiongkok dan Rusia adalah bukti kemesraan dua negara.
"Kedutaan dan Konsulat Tiongkok di Rusia telah bekerja dua kali lipat untuk memberikan pelayanan visa dengan menambah jam kerja dan menyediakan lebih banyak tempat untuk reservasi."
Dalam pernyataan bersama di akhir kunjungan kenegaraan Xi ke Moskow, keduanya memperingatkan tanpa negosiasi maka konflik di Ukraina dapat meluas.
Amerika Serikat (AS) menambah bantuan militer untuk Ukraina senilai US$350 juta atau sekitar Rp5.373 triliun. Kabar itu muncul di tengah upaya Tiongkok menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Surat perintah penangkapan ICC tetap berlaku bahkan setelah perang Rusia di Ukraina berakhir.
Xi menambahkan, dengan Rusia, Tiongkok siap mempertahankan sistem internasional yang berpusat pada PBB, menjaga tatanan dunia berdasarkan hukum internasional.
PRESIDEN Vladimir Putin akan membahas proposal perdamaian di Ukraina saat menerima kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Xi merasa percaya diri dengan proposal yang dijuluki Jalan Rasional itu karena sebelumnya berhasil mendamaikan dua negara besar di Timur Tengah, Iran dan Arab Saudi.
MAHKAMAH Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Apa isi suratnya?
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin berhasil mengejutkan rakyat Krimea pada Sabtu (18/3).
Surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag untuk menangkap Presiden Rusia Vladimir Putin karena kejahatan perang di Ukraina, dianggap tidak ada artinya.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendukung langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah merilis surat perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin.
MAHKAMAH Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin karena tuduhan kejahatan perang di Ukraina.
Dalam pertemuan yang disiarkan televisi itu, Assad mengatakan Rusia memerangi neo-Nazi dan Nazi lama di Ukraina.
Putin menegeskan bahwa setelah Perang Dunia II, Jerman tidak pernah menjadi negara yang berdaulat penuh.
Pertempuran di Kota Bakhmut, Ukraina, terjadi dengan sangat sengit dan berdarah. Rusia dan Ukraina sama-sama mengaku menang dan unggul dalam pertempuran di Bakhmut.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved