Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kehakiman Afrika Selatan Ronald Lamola mengkritik Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dengan mengatakan bahwa ICC tidak konsisten dalam pekerjaannya.
"Fakta bahwa penyelidikan atas kekejaman di Palestina belum selesai sementara penyelidikan di Ukraina, yang dibuka kemudian sudah memiliki rujukan terhadap negara non-anggota adalah sebuah ketidakadilan," kata Lamola saat berpidato di Parlemen.
Sikapnya ini merupakan yang terbaru dari pemerintah Afrika Selatan sejak Maret lalu ketika ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, yang dituduh melakukan kejahatan perang termasuk terhadap anak-anak sejak invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Percobaan Serangan Pesawat Nirawak terhadap Kremlin
Rusia bukanlah negara anggota ICC, namun Putin diundang untuk menghadiri pertemuan puncak di Afrika Selatan, yang merupakan negara penandatangan ICC, pada bulan Agustus. Hal ini telah menimbulkan perdebatan, baik di dalam maupun luar negeri, mengenai apakah ia akan ditangkap atau tidak.
KTT ini merupakan pertemuan negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok negara berkembang.
Baca juga: Kematian Tahanan Warga Palestina Timbulkan Kemarahan
Sebagai penandatangan Statuta Roma ICC, Afrika Selatan secara hukum berkewajiban untuk menindaklanjuti surat perintah tersebut jika Putin tiba di negara tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang peran ICC dan hubungannya dengan Afrika.
"Kami akan mengeksplorasi berbagai opsi terkait bagaimana Statuta Roma didomestikasi di negara kami termasuk opsi untuk melihat perluasan kekebalan diplomatik yang lazim bagi kepala negara yang berkunjung ke negara kami," ujar Lamola seperti dikutip oleh harian lokal BusinessDay. (aljazeera/Fer/Z-7)
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved