Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Perundingan AS-Tiongkok digelar pada 30 Januari.
Salah satu faktor, ialah kepercayaan investor asing terus meningkat.
Penguatan ekonomi juga terlihat dari indeks aktivitas manufaktur dari lima negara bagian yang dihitung oleh The Fed Richmond naik menjadi minus 2 untuk Januari 2019, membaik dari minus 8 pada Desember 2018, jauh lebih baik dibandingkan perkiraan konsensus yang minus 6.
Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menilai itu karena masih adanya sentimen positif dari dalam negeri yang membantu penguatan rupiah.
Tekanan terhadap ekonomi nasional tahun ini tidak seberat 2018.
Nilai tukar rupiah cenderung bergerak stabil merespon ekspektasi bahwa bank sentral AS yang cenderung lebih dovish terhadap arah suku bunga AS (FFR) pada tahun ini.
Data ekspor Tiongkok turun paling banyak dalam dua tahun terakhir pada Desember 2018 lalu, sedangkan impor Tiongkok mengalami kontraksi.
IHSG pada perdagangan Rabu (16/1) dibuka pada 6.417,13 menguat 0,13% dari penutupan hari sebelumnya pada 6.408,78.
Rupiah sendiri, kemarin Selasa (15/1) masih bisa bertahan ditutup di level 14.090 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu (16/1), rupiah dibuka pada 14.130 atau melemah 0,28%.
Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Senin (14/1), mengatakan pergerakan rupiah cenderung tertahan terhadap dolar AS, sebagian pelaku pasar mengakumulasi mata uang AS mengingat nilainya relatif sudah rendah.
Rupiah pada sesi 1 perdagangan, Jumat (11/1), dijeda pada level Rp14.032,5 per dolar AS menguat 0,14% dari penutupan hari sebelumnya di Rp 14.52,5 per dolar AS.
Sentimen The Fed yang masih terlihat lunak terhadap kebijakan suku bunganya.
IHSG pada perdagangan Kamis (10/1) dibuka pada level 6.293,96 dari perutupan sebelumnya di 6.272,24. Pergerakannya pun terpantau ke atas.
Kuatnya harapan pelaku pasar terhadap tercapainya kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok masih menjadi faktor positif bagi mata uang negara berkembang.
Pelaku pasar memanfaatkan penguatan sebelumnya untuk kembali melakukan profit taking.
Optimisme pelaku pasar terhadap negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok akan tercapai kesepakatan menjadi faktor penopang bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.
Penguatan rupiah terjadi di tengah situasi pasar keuangan global yang diwarnai rasa optimisme.
Sejumlah mata uang pun ikut mengalami penguatan akibat skeptis pasar Amerika Serikat (AS) terhadap pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jin Ping untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata perang dagang .
Adanya rilis inflasi yang dianggap cukup stabil membuat laju rupiah mampu mengalami kenaikan di samping sejumlah sentimen lainnya.
Faktor utama penggerak rupiah ialah rasa percaya (confidence) pasar, serta investor terhadap Indonesia.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved