Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
NOTULEN pertemuan dewan gubernur bank sentral AS The Fed atau FOMC (FOMC Minutes) memberikan indikasi bahwa The Fed masih akan menunggu perkembangan data ekonomi AS sehingga peluang kenaikan suku bunga acuan masih terbuka di tahun ini.
Dampak dari rilis notulen tersebut dikatakan oleh analis fixed income Mirrae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono cukup terasa di mana dalam perdagangan global.
"Hal ini terlihat pada antara lain imbal hasil atau yield US Treasury 10 tahun naik ke kisaran 2,65-2,67% hingga sempat menyentuh 2,69% dibandingkan dengan hari sebelumnya di level 2,65%, meski beberapa rilis data ekonomi AS yaitu pertumbuhan bulanan penjualan kelompok barang tahan lama (durable goods) dan PMI Manufaktur di bawah ekspektasi pasar," ujar Dhian melalui rilis yang diterima, Senin (25/2).
Selain itu, indeks dolar AS juga sempat meningkat pekan lalu ke kisaran 96,61 poin (sebelumnya 96,45 poin) sebagai dampak dari rilis notula rapat FOMC meski kenaikan indeks dolar AS juga turut dipengaruhi oleh perkembangan Brexit yang masih tidak menentu.
Kini indeks dolar telah berada di 96,338 (merujuk pada investing).
Baca juga: Penundaan Kenaikan Tarif AS ke Tiongkok Redam Kekhawatiran Pasar
Naiknya yield US Treasury dan indeks dolar AS dikhawatirkan mendorong kenaikan yield SUN melalui transmisi langsung dari yield US Treasury maupun depresiasi rupiah terhadap dolar AS.
"Dari domestik, katalis bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder juga nampaknya cenderung negatif pasca rilis hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) kemarin sore," katanya.
Nuansa dovish cukup kental dalam redaksional hasil RDG BI sehingga interpretasi pasar terhadap hasil RDG BI dikhawatirkan akan mendorong depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang pada akhirnya menyebabkan penurunan harga SUN di pasar sekunder dalam jangka pendek.
"Rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.041 - Rp14.158 dengan kecenderungan melemah," ujar Dhian. (OL-3)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved