Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kondisi nilai tukar rupiah ke depan dalam kondisi stabil dalam tren menguat.
Bahkan dia berekspektasi bahwa rupiah pada perdagangan Kamis (28/2) akan mampu menguat di bawah level Rp14.000 per dolar AS.
Dari sisi kebijakan moneter untuk menghadapi ketidakpastian, kata Perry, Bank Indonesia harus memilih antara instrumen suku bunga, stabillitas nilai tukar dan mendorong aliran modal asing.
"Maka kemarin kami menaikkan suku bunga kebijakan 175 bps. Dengan itu kurs kemudian dari berhasil menguat dari Rp 15.400 per dolar AS. Hari ini kemungkinan rupiah bisa di bawah Rp14.000. Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia tercatat Rp45,9 triliun," ujar Perry pada sebuah acara Economic Outlook Navigasi Pasar di Tahun Politik, di Jakarta, Kamis (28/2).
Ke depan, kata Perry, suku bunga sudah akan mencapai puncaknya. Dengan demikian, langkah Bank Indonesia mengelola likuiditas dilakukan melalui intervensi operasi moneter ke perbankan.
Baca juga: Global Minim Sentimen Positif, Rupiah Kamis Pagi Melemah
Tahun lalu, diakui Perry , untuk menguatkan rupiah, pihaknya meminta Kementerian Keuangan menerbitkan surat berharga negara (SBN) agar valas dari asing masuk membantu stabilitas rupiah.
"Kini, agar nantinya tidak menjadi beban fiskal jangka panjang, BI meminta Kemenkeu untuk lebih mendorong surat utang yang berorientasi ritel dengan tenor 2 tahun," tambahnya.
Dia meyakini rupiah masih di bawah nilai (undervalue) sekarang. Namun selanjutnya rupiah ke depan akan stabil dan cenderung menguat. Sebab suku bunga bank sentral AS atau Fed Fund Rate kemungkinan hanya akan naik sekali. Artinya suku bunga Indonesia, kata Perry, akan menarik bagi aliran modal asing.
"Dengan ritel memang ada perpindahan dana dari dana pibak ketiga (DPK) ke SBN. Maka kami gerojokin likuiditas dengan operasi moneter sekarang. Perkiraan kami rupiah ke depan akan stabil,"
Rupiah pada sesi 1 perdagangan Kamis (28/2) terpantau melemah 0,27% pada level 14.068 per dolar AS, dibandingkan penutupan Rabu (27/2) pada 14.029,5 per dolar AS. (OL-3)
Bank Indonesia dorong digitalisasi pembayaran lintas batas via CBDC & LCS untuk kurangi ketergantungan dolar. Simak analisis peluang dan tantangannya di sini.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.892 per dolar AS dipicu eskalasi konflik Iran dan revisi outlook Fitch Ratings terhadap Indonesia menjadi negatif.
Di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus memantau dinamika pasar keuangan secara cermat dan merespons secara tepat guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah konflik Timur Tengah.
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved