Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (15/3) ini diprediksi akan bergerak menguat didorong surplus neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019.
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat (15/3), mengatakan sebelumnya memperkirakan rupiah menguat dengan surplus data neraca perdagangan Februari 2019; sekitar US$200 juta, namun ternyata pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pagi ini; surplus lebih tinggi mencapai US$330 juta.
"Rupiah juga mendapatkan sentiment positif setelah lembaga peringkat dunia Fitch Rating mempertahankan peringkat surat utang Indonesia BBB dengan outlook stabil," ujarnya.
Baca juga: Sektor Nonmigas Bawa Neraca Perdagangan Februari Surplus
Untuk dolar AS sendiri, lanjut Ahmad, pada hari ini diperkirakan akan melemah terhadap hampir semua mata uang kuat dunia. Hal tersebut didorong oleh melemahnya data penjualan rumah baru AS di bulan Januari sebesar minus 6,9% jauh di bawah ekspektasi sebesar minus 0,9%.
"Rupiah hari ini kemungkinan menguat ke level Rp14.200 hingga Rp14.277 per dolar AS," katanya.
Pada pukul 10.17 WIB, nilai tukar rupiah masih melemah 19 poin menjadi Rp14.297 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.278 per dolar AS
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukan rupiah melemah menjadi Rp14.310 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.253 per dolar AS. (OL-3)
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
BPS mencatat inflasi Maret 2026 sebesar 0,41% secara bulanan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi.
DALAM lima tahun terakhir, harga beras di tingkat konsumen terus naik.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved