Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Letusan Matahari ternyata memanaskan ion jauh lebih kuat dibanding elektron. Temuan terbaru ini mengungkap misteri pelebaran garis spektrum cahaya Matahari yang membingungkan fisikawan.
Sesekali, ketika menatap langit, kita bisa melihat cahaya yang lebih terang di kedua sisi matahari. Fenomena itu dikenal sebagai sun dogs.
Komet antarbintang 3I/ATLAS terekam berubah hijau saat gerhana bulan total. Simak foto terbaru dan penjelasan ilmiahnya di sini.
Struktur berbentuk huruf 'S' terbalik muncul di Matahari sebelum melepaskan lontaran massa koronal yang memicu badai geomagnetik minor di Bumi.
Tata surya kita pada dasarnya terdiri dari Matahari yang menjadi pusat gaya gravitasinya, dengan benda-benda lain yang bergerak pada orbit mereka sendiri.
Teleskop coronagraph NOAA merekam momen langka bulan melintas tepat di depan matahari dari orbit geostasioner.
Dua letusan kembar tersebut menjadikan 20 Agustus sebagai salah satu hari paling dramatis dalam aktivitas matahari.
Sebuah terobosan baru di dunia sains berhasil membuktikan bahwa perangkat ringan yang digerakkan oleh sinar matahari bisa melayang sendiri di atmosfer bagian atas Bumi.
Uranus memancarkan 12,5% lebih banyak panas internal daripada panas yang diterima dari Matahari.
NASA merlisi foto permukaan matahari dengan jarak 6,1 juta kilometer menggunakan wahana antariksa Parker Solar Probe.
Teleskop Surya Daniel K. Inouye berhasil mengambil gambar paling tajam dari permukaan matahari, mengungkap striasi halus akibat medan magnet skala kecil.
Ilmuwan berhasil menangkap citra korona Matahari dengan resolusi tertinggi berkat sistem optik adaptif terbaru pada Teleskop Surya Goode.
Mengapa luar angkasa tampak gelap meskipun Matahari bersinar terang dan miliaran bintang menghuni jagat raya? Pertanyaan ini menjadi topik menarik yang sering dicari di Google.
Filamen matahari sepanjang 1 juta km meletus dramatis picu CME besar 12 Mei. Untungnya, letusan ini tidak mengarah ke Bumi, tapi tetap jadi sorotan ilmiah.
Penelitian terbaru NASA menunjukkan permukaan Bulan dapat menghasilkan dan mengisi ulang molekul air melalui bantuan angin matahari, yang membawa ion hidrogen bermuatan positif.
Meskipun Matahari jelas menjadi pusat dari Tata Surya, pemahaman terbaru tentang gerak planet menunjukkan hal yang menarik: ternyata, Bumi tidak benar-benar mengelilingi Matahari.
Wahana antariksa Parker Solar Probe milik NASA berhasil menyelesaikan terbang dekat keduanya dengan Matahari pada 22 Maret 2024.
Pada 1 April, flare matahari kelas M5.6 meletus dari wilayah bintik matahari AR4046, yang sebelumnya juga bertanggung jawab atas flare kelas X dan letusan massa koronal (CME) besar.
Pernah membayangkan Ramadan terjadi dua kali dalam satu tahun? Jika melihat kalender, fenomena unik ini akan terjadi pada 2030 nanti.
Jelajahi keindahan tersembunyi Matahari! Temukan lapisan-lapisannya yang menakjubkan, dari fotosfer hingga korona, dan ungkap misteri energi dahsyatnya.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved