Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASTRONOT bulan masa depan kemungkinan menemukan air yang lebih mudah diakses daripada yang diperkirakan sebelumnya. Percobaan baru juga menunjukkan matahari mengisi kembali sumber daya yang dicari di permukaan bulan.
Karena bulan tidak memiliki medan magnet seperti bumi, permukaan bulan yang tandus terus dibombardir oleh partikel-partikel energik yang membentuk angin matahari. Para ilmuwan juga menduga lewat simulasi komputer, angin matahari membantu bahan-bahan air di permukaan bulan.
Partikel berkecepatan tinggi ini terdiri dari ion hidrogen bermuatan positif dengan menangkap elektron bulan untuk menjadi atom hidrogen. Atom hidrogen ini biasanya akan terbentuk dan kemudian berimigrasi melalui regolit yang berdebu dan berbatu untuk berkaitan dengan oksigen.
Hal ini juga akan membentuk molekul hidroksil dan air di seluruh permukaan. Sering kali terkonsentrasi di daerah kutub yang dibayangi secara permanen. Namun siklus alami dan pembaruan ini juga belum cukup jelas bahan-bahannya.
Seorang Ilmuwan planet di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland, Li Hsia Yeo, juga mengamati efek simulasi angin matahari pada dua sampel regolit linggar yang dibawa oleh bumi ke misi Apollo 17.
Salah satu sampel yang digali dari parit disebut dengan Wessex Cleft ini berasal dari dasar tepi kawah muda di Massif Selatan. Untuk menghilangkan air terestrial yang diserap oleh sampel berusia 50 tahun sejak kembalinya ke bumi, Ilmuwan Li Hsia Yeo berserta timnya memanggang sampel tersebut semalaman di tungku vakum. Para peneliti membangun alat khusus yang mencakup ruang vakum, tempat di mana sampel ditempatkan.
"Butuh waktu lama dan banyak iterasi untuk merancang komponen peralatan dan membuat semuanya muat di dalam. Tetapi itu sepadan, karena begitu kami menghilangkan semua kemungkinan sumber kontaminasi, kami mengetahui gagasan berusia puluhan tahun tentang angin matahari ini ternyata benar,” ujar Jason McLain, ilmuwan peneliti di NASA Goddard yang ikut memimpin eksperimen dengan Yeo.
Analisis tentang bagaimana susunan kimia sampel yang berubah dari waktu ke waktu menunjukkan penurunan cahaya di titik yang sama di wilayah inframerah, di mana hal ini menyerap energi. Hal ini juga menunjukkan pembentukan molekul hidroksil dan air terjadi karena angin matahari tiruan.
Para tim juga menemukan memanaskan sampel ke suhu siang hari sekitar 260 derajat Fahrenheit selama 24 jam juga bisa menurunkan molekul air. Tetapi ketika sampel didinginkan selama 24 jam akan diledakkan dengan matahari tiruan lagi. Siklus ini menunjukkan matahari terus-menerus mengisi kembali sejumlah air kecil di permukaan bulan.
"Hal yang menarik di sini adalah bahwa hanya dengan tanah bulan dan bahan dasar dari matahari yang selalu mengeluarkan hidrogen. Ada kemungkinan untuk menciptakan air. Itu luar biasa untuk dipikirkan,” ujar Li Hsia Yeo.
Dalam mendukung ide ini, pengamatan dari misi bulan sebelumnya telah mengungkapkan banyaknya gas hidrogen di atmosfer bulan yang tipis. Para ilmuwan juga menduga bahwa pemanasan yang digerakkan oleh angin matahari memfasilitasi kombinasi atom hidrogen di permukaan yang menjadi gas hidrogen yang kemudian keluar dari luar angkasa.
Proses ini juga memiliki sisi positif yang mengejutkan bagi studi baru. Atom oksigen yang tersisa bebas untuk berkaitan dengan atom hidrogen baru yang terbentuk oleh pemboman berulang dari angin matahari. Temuan ini dapat membantu menilai seberapa berkelanjutan air di bulan, karena sumber daya yang dicari penting untuk dukungan kehidupan dan sebagai pendorong untuk roket. (Space/Z-2)
Eksperimen baru yang dipimpin oleh NASA menunjukkan angin matahari kemungkinan besar berperan dalam pembentukan molekul air di bulan.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
SELAMA ini ekor planet sering dikaitkan dengan benda langit tertentu. Namun, riset ilmiah menunjukkan bahwa bumi pun memiliki “ekor” sendiri yang terbentang jauh ke luar angkasa
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Medan magnet Bumi terbentuk oleh inti Bumi yang terdiri dari besi cair yang berputar di kedalaman sekitar 2.900 kilometer. Medan ini melindungi permukaan Bumi dari partikel bermuatan
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved