Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MATAHARI bukan sekadar sumber cahaya, tapi pusat dari seluruh dinamika tata surya. Tanpa matahari, bumi tidak hanya gelap, tapi juga kehilangan arah. Namun, apakah yang akan terjadi jika matahari tiba-tiba menghilang?
Menurut laporan NASA, cahaya matahari membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk mencapai bumi. Artinya, jika matahari menghilang, manusia masih melihat kondisi normal selama delapan menit pertama. Setelah itu, langit langsung gelap.
Dalam penjelasan berbasis teori relativitas Albert Einstein, efek gravitasi juga merambat dengan kecepatan cahaya. Jadi, pengaruh gravitasi matahari baru benar-benar hilang setelah waktu yang sama.
Setelah delapan menit, bumi tidak lagi terikat gravitasi matahari. Bumi akan bergerak lurus mengikuti arah orbit terakhirnya. Hal yang sama terjadi pada planet lain. Tanpa pusat gravitasi, struktur tata surya runtuh. Semua planet akan melayang bebas di ruang antarbintang.
Ilmuwan NASA menunjukkan bahwa tanpa matahari, suhu bumi akan turun drastis. Dalam beberapa hari, suhu global mulai jatuh tajam. Dalam hitungan minggu, permukaan bumi membeku. Dalam jangka panjang, suhu bisa mencapai di bawah minus 100 derajat Celsius. Lautan akan membeku dari permukaan, meski bagian terdalam kemungkinan masih cair lebih lama karena panas dari inti bumi.
Tanpa cahaya matahari, fotosintesis berhenti total. Ini berarti tumbuhan mati, rantai makanan runtuh, dan pasokan oksigen terganggu, sebagian kecil mikroorganisme mungkin masih bertahan, terutama di lingkungan ekstrem seperti ventilasi hidrotermal di dasar laut. Namun bagi manusia, peluang bertahan sangat kecil tanpa teknologi canggih seperti sistem energi tertutup.
Meski terdengar dramatis, NASA menegaskan matahari tidak mungkin menghilang secara tiba-tiba. Bintang seperti matahari berevolusi perlahan selama miliaran tahun. Namun, skenario ini tetap sering dibahas karena memberi gambaran jelas bahwa kehidupan di bumi sepenuhnya bergantung pada stabilitas matahari.
Tanpa matahari, bukan hanya siang yang hilang, tapi seluruh sistem yang menopang kehidupan ikut runtuh. (H-2)
Para astronom berhasil mengidentifikasi jalan pintas potensial untuk menemukan eksoplanet dengan memanfaatkan sinyal unik dari bintang yang memiliki aktivitas magnetik rendah.
Saat ini, 3I/ATLAS terletak di rasi bintang Cancer setelah melewati rasi bintang Leo pada awal 2026 ini.
Temukan perbandingan usia Neptunus, Saturnus, dan Uranus. Benarkah raksasa gas terbentuk lebih dulu daripada raksasa es? Simak fakta astronomi terbaru.
Teleskop James Webb temukan jejak lubang hitam pelarian yang melesat 3.000 km/detik. Simak bagaimana fenomena kosmos ini mengubah pemahaman kita tentang galaksi.
Ilmuwan mengungkap asal-usul Titan Saturnus dari tabrakan bulan purba. Simak kaitan pembentukan Titan dengan usia cincin Saturnus dan misi Dragonfly 2026.
Penelitian berbasis data satelit Gaia mengungkap Matahari kemungkinan bermigrasi dari bagian dalam Galaksi Bima Sakti.
Komet C/2026 A1 (MAPS), anggota Kreutz sungrazer yang langka, diprediksi dapat bersinar terang di langit Bumi pada April 2026, seterang Venus, jika bertahan dari panas Matahari.
Sebuah komet baru yang melesat menuju Matahari disebut berpotensi menjadi “Komet Besar” pada April mendatang. Komet itu bernama C/2026 A1 (MAPS).
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved