Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan mengubah format debat kedua calon presiden yang bakal berlangsung 17 Februari 2019.
Suasana santai diantaranya akan diciptakan dengan perubahan pola debat dan tata panggung. Tata panggung dan posisi duduk kandidat akan diubah.
Diskusi tersebut rencananya akan dilakukan antara tanggal 6 hingga 9 Februari.
DEBAT kedua calon presiden akan digelar pada 17 Februari mendatang.
Dengan tidak adanya kisi-kisi tersebut, akan terlihat bagaimana perbedaan gagasan yang disampaikan antara Jokowi dan Prabowo dalam menanggapi suatu isu.
"Dua capres ini mendorong energi terbarukan, tapi enggak tahu cara mendorong energi terbarukan seperti apa. Andalannya apa? Apakah angin? Air? Nabati? Termasuk insentif apa yang akan diberikan dari energi terbarukan."
Bahkan Sandiaga berkelakar akan memijat Prabowo Subianto lagi seperti dilakukan pada debat perdana.
KPU sudah menginventarisasi delapan panelis untuk debat kedua calon presiden.
Para warganet di media sosial Twitter pun ramai-ramai menuliskan #JokowiPilihanTepat dan ditambahkan dengan beragam unggahan foto maupun video dari Jokowi.
Dari 8 panelis tersebut, sebanyak 6 orang diantaranya merupakan akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.
Sebagai petahana, Jokowi menguasai detail angka, data, serta paham prosesnya seperti apa.
KPU akan memberikan penambahan waktu agar kedua palon capres-cawapres mengeksplorasi jawaban atau pertanyaan dengan tetap dipandu moderator agar adil
Dalam kesempatan ini, TKN Jokowi-Ma'ruf diwakili oleh Arsul Sani dan Trimedya Panjaitan, sementara BPN Prabowo-Sandi diwakili Bambang Widjojanto dan Surya Imam.
Pada debat kedua, kedua calon presiden tidak mengetahui kisi-kisi pertanyaan dari panelis. KPU, hingga hari ini, belum menetapkan nama-nama panelis debat kedua disebakan masih menunggu kesediaan dari pihak panelis.
NAMA panelis debat kedua capres-cawapres akan segera diumumkan Komisi Pemilihan Umum.
Menurut dia, seharusnya debat memunculkan dinamika, misalnya melalui dialog secara langsung. Ia pun berpendapat, ketika merespons, pasangan capres-cawapres seharusnya diberikan waktu lebih luas.
Akbar berharap aturan debat memungkinkan dua pasangan lebih banyak memberikan respons atas yang disampaikan pasangan lawan.
50% responden memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang memperoleh suara 35,4%.
Meski kali ini KPU menentukan sendiri para panelis untuk debat kedua, masing-masing kubu dapat menelurusi rekam jejak agar panelis tetap terjaga netralitasnya.
KOMISI Penyiaran Indonesia (KPI) diminta ikut andil memantau jalannya kampanye dan pemilu damai.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved