Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KPU Rombak Sejumlah Format Debat Presiden

Putri Rosmalia Octaviyani
06/2/2019 10:00
KPU Rombak Sejumlah Format Debat Presiden
(MI/ROMMY PUJIANTO)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan mengubah format debat kedua calon presiden yang bakal berlangsung 17 Februari 2019.

Menurut komisioner KPU Wahyu Setiawan, pihaknya akan membuat debat kedua lebih rileks dan orisinal.

“Pertama, abstraksi kisi-kisi soal tidak kita berikan ke peserta debat. Kedua, kita buat format dan mekanisme debat lebih rileks, orisinal, mengeksplorasi gagasan besar yang tercantum dalam visi-misi,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan suasana santai di antaranya akan diciptakan dengan perubahan pola debat dan tata panggung. Tata panggung dan posisi duduk kandidat akan diubah.

“Sehingga mungkin kandidat akan duduk, di belakang kandidat tidak ada audien, audien hanya di depan kandidat. Ini akan memungkinkan tata panggung lebih nyaman dinikmati oleh semua pihak, audien di lokasi maupun pemirsa televisi, radio, dan warganet,” ujarnya.

Menurut Wahyu, selain agar kandidat merasa lebih nyaman, perubahan juga dilakukan untuk memaksimalkan tingkat kepuasan penonton di rumah. Soal durasi, waktu yang akan digunakan diperkirakan selama 90 menit, belum termasuk iklan.

Debat akan terbagi dalam empat sesi. Sesi terakhir akan dibuat lebih longgar dan memungkinkan kandidat melakukan debat secara terbuka.

Mengenai batasan pertanyaan bagi peserta debat di sesi keempat, KPU menekankan kepada paslon agar melontarkan pertanyaan sesuai dengan tema yang diusung, yakni ­energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.

“Ya tentu saja, koridornya adalah tema, jadi silakan saling berdebat dalam koridor tema debat kedua,” ungkapnya.

Diskusi dengan panelis
Pada kesempatan itu, Wahyu mengungkapkan pihaknya akan berdiskusi dengan para calon panelis debat presiden. “Kami merencanakan untuk memperkaya khazanah para panelis, kami akan FGD (focus group discussion) antara panelis dan para pihak yang relevan dengan tema debat kedua,” ujarnya.

Selain para calon panelis, diskusi juga melibatkan bebe-rapa pihak seperti pakar, tokoh, dan kelompok masyarakat.

Namun, TKN Jokowi dan BPN Prabowo tidak akan dilibatkan dalam diskusi tersebut. Rapat dengan dua kubu calon akan dilakukan terpisah.

“Tanggal 6 kami akan rapat dengan TKN dan BPN serta televisi penyelenggara untuk memastikan rencana teknis dapat berjalan sesuai kesepakatan bersama,” katanya.

Wahyu menjelaskan panelis yang terlibat dalam debat kedua sebanyak 8 orang. Mereka akan diminta membuat soal yang maksimal harus dibikin pada satu hari sebelum debat berlangsung. (Pro/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya