Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei hingga Juli 2026 memiliki arti strategis yang jauh melampaui sekadar kegiatan pendataan rutin.
Bayangkan sebuah peta besar yang menggambarkan denyut ekonomi Indonesia, dari warung kecil di pelosok, para pelaku industri kreatif di kota-kota besar, hingga perusahaan digital.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari dinamika dunia usaha yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional.
Dalam konteks ekonomi, sensus dilakukan untuk mencatat seluruh kegiatan ekonomi pelaku usaha, baik skala mikro, kecil, menengah, maupun besar.
Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali ini bertujuan untuk memotret secara menyeluruh kondisi dan struktur perekonomian nasional, mencakup seluruh kegiatan usaha
Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir untuk mengungkap potensi ekonomi regional Indonesia. Data akurat SE2026 mendukung pemerataan pembangunan
Situasi ini kian menantang di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu akibat perang, fluktuasi harga, perebutan sumber energi, hingga perubahan iklim.
PRODUK Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang tumbuh sebesar 5,04% (year-on-year/yoy) pada triwulan-III 2025 dinilai menunjukkan ketangguhan ekonomi nasional di tengah dinamika perdagangan internasional.
Seiring dengan langkah pemerintah mendorong agenda pro-pertumbuhan melalui inisiatif berbasis investasi, aktivitas impor diperkirakan akan secara bertahap menguat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 2025 sebesar 2,86% secara tahunan
Berbeda dari sensus ekonomi sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 akan menerapkan teknologi digital, geospasial, dan kecerdasan buatan dalam satu sensus untuk pertama kalinya.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta tumbuh 4,96% secara tahunan (yoy) pada triwulan III 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 disebabkan oleh faktor musiman.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 mencapai 75,90, yang menempatkannya dalam kategori tinggi.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 berada di angka 5,04%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
KEMENTERIAN Pertanian menyampaikan harga beras kembali menjadi penyelamat stabilitas harga pangan nasional.
Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, masih menjadi kelompok yang mengalami inflasi dua tertinggi.
Inflasi pada Oktober 2025 tercatat meningkat tak terduga setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Berdasarkan data BPS, produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54% dibanding periode yang sama tahun 2024.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved