Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sensus Ekonomi 2026 Manfaatkan Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi

Media Indonesia
07/11/2025 11:36
Sensus Ekonomi 2026 Manfaatkan Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi
Ilustrasi(MI/HO)

SENSUS Ekonomi akan kembali digelar pada 2026. Sensus yang digelar setiap sepuluh tahun itu akan memotret seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia secara lengkap, dari usaha mikro hingga perusahaan besar dan multinasional.

Berbeda dari sensus ekonomi sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 akan menerapkan teknologi digital, geospasial, dan kecerdasan buatan dalam satu sensus untuk pertama kalinya. 

Badan Pusat Statistik (BPS), yang akan mengadanakn Sensus Ekonomi 2026 berusaha menjawab perkembangan zaman yang menuntut data ekonomi dapat disajikan lebih cepat, akurat, dan relevan. 

Perkembangan ekonomi digital dan dinamika dunia usaha yang begitu tinggi menuntut metode pengumpulan data menjadi lebih modern. 

BPS berinovasi dengan memanfaatkan teknologi agar hasil sensus lebih efisien, akurat, dan mudah diakses oleh pembuat kebijakan maupun pelaku ekonomi.

Salah satu inovasi utama Sensus Ekonomi 2026 adalah penggunaan teknologi digital dalam pengumpulan data. 

Petugas sensus kini tidak lagi hanya membawa kuesioner kertas, tetapi juga menggunakan gadget yang terhubung langsung dengan sistem pusat yang dijaga keamanannya. 

Aplikasi pengisian sensus secara digital tersebut dilengkapi dengan fitur validasi yang mampu meminimalkan kesalahan input dan memungkinkan pemeriksaan data secara real time. 

Data yang dikirim ke server pusat dapat langsung dianalisis untuk mendeteksi anomali atau inkonsistensi, sehingga mempercepat proses pengolahan dan memastikan kualitas data tetap terjaga. 

Selain itu, untuk usaha skala besar, Sensus Ekonomi 2026 menyediakan fasilitas self-enumeration, saat responden usaha dapat memberikan isian melalui link website yang telah disediakan, yang dikirimkan melalui email oleh BPS. 

Dengan demikian, responden dapat mengisi dengan lebih nyaman, mudah, dan dapat dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu kedatangan petugas pendataan.

Selain itu, BPS juga memperkuat aspek geospasial dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Setiap unit usaha yang dicatat akan dipetakan secara digital dengan koordinat geografis yang presisi. 

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya tidak hanya berupa angka atau tabel, tetapi juga peta sebaran aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. 

Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat menganalisa secara spasial dengan melihat pola dan konsentrasi kegiatan ekonomi, mengidentifikasi potensi wilayah baru, serta memahami keterkaitan atau perbandingan antarwilayah.

Inovasi lain yang menjadi kunci sukses Sensus Ekonomi 2026 adalah penggunaan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) untuk chatbot website landing page atau laman resmi informasi Sensus Ekonomi 2026. 

Penggunaan chatbot akan memudahkan seluruh masyarakat serta responden usaha untuk menggali informasi yang lengkap tentang SE2026. 

Selain itu, teknologi Gen-AI juga diimplementasikan pada kuesioner Sensus Ekonomi 2026 untuk identifikasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), saat penggunaan Gen-AI akan memungkinkan kategorisasi atau pengklasifikasian jenis usaha responden secara lebih tepat dan presisi. Dengan demikian, informasi mengenai sektor usaha di Indonesia menjadi lebih berkualitas dan akurat. 

Sebelum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS akan melakukan pelatihan petugas serta  memperkuat sistem perlindungan data agar seluruh informasi yang dikumpulkan tetap terjaga keamanan dan kerahasiaannya melalui penguatan regulasi dan teknisnya. 

Dengan dukungan teknologi digital, pemetaan geospasial, dan kecerdasan buatan, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menghasilkan potret utuh tentang struktur dan dinamika ekonomi Indonesia. 

Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta strategi investasi pemerintah maupun swasta. (RO/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik