Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Neraca Dagang Surplus US$2,39 Miliar, Positif 66 Bulan Beruntun

Naufal Zuhdi
01/12/2025 13:18
Neraca Dagang Surplus US$2,39 Miliar, Positif 66 Bulan Beruntun
Ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar. Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020

“Surplus pada Oktober 2025 ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas nonmigas yaitu sebesar US$4,31 miliar dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah pertama, lemak dan minyak hewani atau nabati HS15 dengan bahan bakar mineral atau HS27 serta besi dan baja atau HS72,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12).

Sayangnya, lanjut Pudji, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$1,92 miliar dengan komoditas penyumbang adalah minyak mentah dan hasil minyak.

Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan kumulatif, dari Januari hingga Oktober 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar US$35,88 miliar. Penopangnya lagi-lagi komoditas nonmigas sebesar US$51,51 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$15,63 miliar.

Pudji merincikan, tiga negara terbesar penyumbang surplus neraca perdagangan kumulatif secara total baik migas dan migas adalah Amerika Serikat (AS) yaitu sebesar US$14,93 miliar, kemudian India sebesar US$11,29 miliar, dan yang ketiga adalah Filipina sebesar US$7,18 miliar.

Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar minus US$16,32 miliar, kemudian Australia sebesar minus US$4,58 miliar Singapura sebesar minus US$4,17 miliar.

Kemudian untuk neraca perdagangan kelompok non-migas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah AS yaitu sebesar US$17,40 miliar, India sebesar US$11,37 miliar, dan Filipina sebesar US$7,09 miliar.

Sedangkan tiga negara penyumbang defisit terdalam untuk kelompok non-migas adalah Tiongkok sebesar minus US$17,74 miliar, Australia sebesar minus US$3,91 miliar, dan Brasil sebesar minus US$1,48 miliar. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik