Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BPS-Kemendag Perkuat Kolaborasi Penyediaan Data Harga Kebutuhan Pokok

Media Indonesia
22/11/2025 11:23
BPS-Kemendag Perkuat Kolaborasi Penyediaan Data Harga Kebutuhan Pokok
Ilustrasi(Medcom)

Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat kerja sama dalam penyediaan data harga kebutuhan pokok. Melalui jaringan kontributor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, Kemendag menghimpun data harga harian komoditas strategis melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data tersebut kemudian dimanfaatkan BPS untuk menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa IPH dihitung setiap minggu sebagai indikator proksi inflasi.

“IPH setiap minggu disusun dari data harga yang diterima BPS melalui SP2KP Kemendag. Ini merupakan contoh nyata kolaborasi dalam penyediaan statistik sektoral,” ujar Amalia dalam Rakernas Pemantauan Barang Kebutuhan Pokok Kemendag yang diikuti Koordinator SP2KP seluruh Indonesia.

Setiap Senin, Kepala BPS menyampaikan perkembangan IPH pada rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri. Amalia menegaskan bahwa respons cepat pemerintah terhadap dinamika harga kebutuhan pokok membutuhkan informasi yang akurat, terkini, serta koordinasi antarlembaga.

“Penyusunan IPH mingguan kini memasuki tahun keempat dan telah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan yang berpengaruh pada daya beli masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada Menteri Perdagangan dan jajarannya atas kolaborasi yang terjalin selama ini,” katanya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso turut menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang terbangun. “Terima kasih kepada BPS atas kerja sama dan kepercayaan dalam penggunaan data kami. Akurasi data adalah prioritas. Jika harga naik, bukan angkanya yang kita ubah, tetapi kebijakan yang harus diintervensi,” ujarnya.

BPS juga mengapresiasi langkah Kemendag dalam memperkuat sistem pemantauan melalui SP2KP, termasuk integrasi pelaporan elektronik, penyempurnaan validasi data, serta peningkatan kapasitas petugas lewat program e-learning. Upaya ini dinilai krusial dalam membangun ekosistem data harga pangan nasional yang lebih kuat.

Di sela kegiatan Rakernas, Mendag dan Kepala BPS turut meninjau harga komoditas pangan di Pasar Cihapit, Bandung (20/11), terutama komoditas yang rentan berfluktuasi seperti beras, cabai merah, daging ayam, dan daging sapi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya