Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ekspor Januari-Oktober 2025 Capai US$234 M, Naik 6,9 Persen

Naufal Zuhdi
01/12/2025 12:56
Ekspor Januari-Oktober 2025 Capai US$234 M, Naik 6,9 Persen
Ilustrasi(Antara)

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Oktober 2025, total nilai ekspor mencapai US$234,04 miliar atau naik 6,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Nilai ekspor migas tercatat senilai US$10,93 miliar atau turun 16,11%. Nilai ekspor nonmigas tercatat naik sebesar 8,42% dengan nilai US$223,12 miliar,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa di Badan Pusat Statistik BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/12).

Jika dilihat menurut sektor, sambung Pudji, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan dan sektor pertanian. Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2025 dengan andil sebesar 11,68%.
 
“Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, serta semi konduktor dan komponen elektronik lainnya,” paparnya.

Kemudian jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utama ekspor, nilai ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat sebesar US$52,45 miliar atau naik sebesar 8,19% dibandingkan Januari hingga Oktober 2024. 

Sementara itu, jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, maka pada Januari hingga Oktober 2025 ekspor non-migas ke Amerika Serikat, ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan, sementara ke India mengalami penurunan.
 
Pada Oktober 2025 nilai ekspor mencapai US$24,24 miliar atau turun 2,31% dibandingkan Oktober 2024. Nilai ekspor non-migas tercatat senilai US$0,89 miliar atau turun 33,60%. Sementara nilai ekspor non-migas tercatat turun sebesar 0,51% dengan nilai US$23,34 miliar.
 
Penurunan nilai ekspor Oktober 2025 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor migas, yaitu pada komoditas minyak mentah yang turun 54,68% dengan andil minus 0,34%. Kemudian hasil minyak yang turun 40,11% dengan andil minus 0,65% dan gas yang turun 26,20% dengan andil minus 0,84%.
 
Di sisi lain, pada Oktober 2025 total ekspor non-migas sebesar US$23,34 miliar dan jika dirinci menurut sektor, maka sektor pertanian, kehutanan dan perikanan berkontribusi sebesar US$0,63 miliar. Kemudian sektor pertambangan dan lainnya berkontribusi sebesar US$2,74 miliar dan sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar US$19,97 miliar. 

“Secara tahunan, sektor industri pengolahan mengalami kenaikan sedangkan sektor pertanian dan pertambangan mengalami penurunan,” bebernya.

Adapun penurunan nilai ekspor nonmigas utamanya terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 30,92% dengan andil penurunan sebesar 4,95%. Penurunan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor untuk komoditas biji tembaga, batu bara, lignit, biji zirconium, niobium, dan tantalum serta bahan mineral lainnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik