Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

BPS: Nilai Ekspor 2025 Alami Kenaikan Didorong Nonmigas

Naufal Zuhdi
02/2/2026 14:38
BPS: Nilai Ekspor 2025 Alami Kenaikan Didorong Nonmigas
Perajin membuat produk mebel di Pasar Mebel Surakarta, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026).(Antara/Maulana Surya)

BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15% dibandingkan dengan 2024 yang tercatat US$266,52 miliar.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan capaian ini terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tercatat mencapai US$269,84 miliar, naik 7,66% dibandingkan dengan 2024.

Sementara itu, ekspor migas tercatat sebesar US$13,07 miliar, turun 17,69% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total nilai ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar atau naik 6,15 persen dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Ateng Hartono dalam konferensi pers secara hibrida di kantor BPS pada Senin (2/2).

Rincian Kinerja Ekspor Menurut Sektor

Ateng menyampaikan lebih lanjut bahwa ekspor nonmigas Indonesia terbagi dalam tiga kelompok sektor utama.

1. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.

Sektor ini mencatatkan ekspor sebesar US$6,88 miliar AS pada 2025 dengan pertumbuhan yang cukup pesat, yaitu 21,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2. Sektor Pertambangan dan Lainnya.

Ekspor sektor ini tercatat sebesar US$35,86 miliar pada 2025. Namun, sektor pertambangan mengalami penurunan yang cukup signifikan dengan kontraksi sebesar 23% dibandingkan dengan 2024.

3. Industri Pengolahan.

Industri pengolahan menjadi sector paling dominan dalam pendorong ekspor nonmigas. Sektor ini tercatat mencapai US$227,1 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan yang solid sebesar 14,47% dibandingkan tahun sebelumnya. Ekspor industri pengolahan memberikan kontribusi signifikan terhadap total ekspor nonmigas dengan andil 10,77%.

"Komoditas yang mengalami lonjakan ekspor di sektor industri pengolahan antara lain minyak kelapa sawit, barang perhiasan, barang kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya," tambah Ateng.

Kinerja Ekspor Berdasarkan Tujuan Negara

Jika dilihat dari tujuan negara, ekspor Indonesia ke beberapa kawasan utama juga mengalami kenaikan signifikan. Ekspor migas ke Tiongkok tercatat sebesar US$64,82 miliar atau naik 7,11% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024. 

Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat tercatat US$30,96 miliar, ekspor ke India tercatat US$18,32 miliar, ekspor ke ASEAN sebesar US$51,58 miliar, dan ekspor ke Uni Eropa tercatat US$19,28 miliar sepanjang 2025.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia terus memperluas pasar ekspor ke berbagai negara utama di dunia, meskipun ada beberapa tantangan dalam sektor tertentu. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya