Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50% akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
GLOBAL Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 4,75% akan menjadi stimulus penting.
PERLAMBATAN penyaluran kredit perbankan menjadi perhatian serius Bank Indonesia.
RAPAT Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) pada 16–17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,75%.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu, 17 September 2025.
Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih baik dalam menghadapi gelombang tarif baru dari AS.
Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penurunan BI Rate sebesar 25 bps pada Rabu (20/8), memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
Keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan BI rate harus segera disambut pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
KEPALA Ekonom Bank Permata Josua Pardede turut mengomentari penurunan BI-Rate sebesar 25 bps ke level 5,00%.
Penurunan suku bunga acuan atau BI rate akan merangsang pelaku usaha kian ekspansif. Sebab itu akan diikuti oleh penyesuaian suku bunga oleh perbankan.
BANK Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin pada Rabu (20/8).
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19–20 Agustus 2025 memutuskan menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis points (bps) menjadi 5%.
Para ekonom menyamaikan pandangan berbeda mengenai arah kebijakan suku bunga acuan (BI-Rate) periode Agustus 2025.
KEPUTUSAN Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan bukan hanya urusan teknokrat dan ekonom, tetapi juga faktor penting yang memengaruhi strategi trader di berbagai instrumen, mulai dari forex, emas, hingga saham.
Pengamat Celios, Nailul Huda, memprediksi BI akan mempertahankan BI Rate, seiring keputusan The Fed dan kondisi ekonomi yang tidak mendukung perubahan suku bunga.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya melihat ruang untuk melanjutkan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) guna mendorong pertumbuhan kredit.
Pemangkasan suku bunga acuan BI dari 5,5% menjadi 5,25% pada Juli 2025 adalah langkah tepat untuk menggerakkan konsumsi domestik dan investasi.
Inflasi pada Juni 2025 tercatat sebesar 1,87% (yoy), naik dari 1,60% pada Mei 2025, namun masih berada dalam target Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved