Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Rabu, 17 September 2025. Ekonom senior sekaligus Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menilai, keputusan ini mencerminkan fokus BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan.
Ia menilai kondisi ekonomi domestik masih berada di jalur positif, serta dukungan kebijakan fiskal yang agresif dan pro-pertumbuhan. Salah satunya dengan penempatan dana Rp200 triliun ke Bank Himbara.
"Dengan pertimbangan tersebut, BI diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 5%," kata Ryan kepada Media Indonesia, Selasa (16/9).
Selain itu, penahanan suku bunga juga bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memastikan inflasi tetap dalam target 2,5±1% pada 2025–2026, serta mengantisipasi arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang berpeluang menahan atau bahkan menurunkan suku bunga acuan (fed fund rate) sebesar 25 basis poin ke level 4,35%.
Ryan menilai, langkah BI menahan suku bunga pada bulan ini sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang sudah cukup agresif menurunkan BI Rate. Dengan bertahan di level 5%, BI menunjukkan keseimbangan antara sikap pro-pertumbuhan dan pro-stabilitas.
Ia menambahkan, keputusan ini dapat dianggap sebagai masa jeda (pausing period). Pasalnya, BI Rate sudah turun lima kali sejak September 2024 dengan total 125 basis points (bps).
Ke depan, Ryan memproyeksikan BI masih berpeluang menurunkan suku bunga sekali lagi sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% hingga akhir tahun, apabila data makroekonomi dan moneter domestik tetap kondusif serta faktor eksternal global maupun regional mendukung.
"Kemungkinan BI menurunkan suku bunga acuan satu kali lagi," pungkasnya. (E-3)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 4,75 persen mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
IHSG ditutup menguat ke posisi 9.134,70 pada Selasa (20/1). Simak analisis dampak ketegangan dagang AS-Eropa dan keputusan BI Rate
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved