Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Center of Macroeconomics and Finance Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,50% akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.
Menurut Rizal, kondisi inflasi yang stabil di bawah 3% memberikan ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan tanpa menimbulkan tekanan besar pada nilai tukar rupiah. Dengan begitu, penurunan suku bunga dapat menjadi stimulus tambahan bagi kredit modal kerja dan investasi, yang pertumbuhannya sempat melambat pada paruh pertama tahun ini.
“Pemangkasan 25 bps akan mempertegas keberlanjutan siklus pelonggaran yang dimulai sejak September lalu, sekaligus menjaga policy alignment dengan arah kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Dengan begitu, BI dapat memperkuat efek sinergi kebijakan dalam menjaga pertumbuhan tanpa kehilangan kredibilitas inflasi,” ujar Rizal di Jakarta, Rabu (22/10).
Rizal mengakui risiko aliran keluar (capital outflow) memang meningkat akibat penyempitan selisih suku bunga acuan dengan dolar AS. Namun, ia menilai risiko tersebut masih terkendali selama pemangkasan dilakukan secara bertahap dan disertai dengan kebijakan triple intervention yang aktif oleh BI.
Selain itu, arus keluar portofolio mulai diimbangi dengan masuknya modal ke pasar saham dan obligasi domestik, karena imbal hasil (yield) Indonesia masih tergolong menarik dibanding negara lain di kawasan.
“Dengan catatan BI menjaga komunikasi pasar secara tegas dan memperkuat operasi valas, pemangkasan 25 bps tidak akan mengguncang stabilitas. Risiko terkendali, manfaat pemulihan ekonomi lebih besar,” jelasnya.
Meski demikian, Rizal menyebut keputusan BI untuk menunda penurunan suku bunga juga bukan langkah keliru. Menurutnya, apabila BI memilih menahan di level 4,75 persen, hal itu menunjukkan prioritas terhadap stabilitas keuangan di tengah tekanan arus modal keluar dan pelemahan rupiah yang sempat mendekati Rp16.500 per dolar AS.
“Kebijakan tahan suku bunga menjadi defensive stance yang logis sampai tekanan global mereda atau arah kebijakan The Fed lebih jelas,” tambahnya.
Sejak tahun 2024, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak enam kali dengan total pemangkasan 150 bps, yakni pada September 2024, kemudian Januari, Mei, Juli, Agustus, dan September 2025, hingga kini berada di level 4,75%.
BI dijadwalkan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini, termasuk arah kebijakan suku bunga berikutnya yang akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar dan dunia usaha terhadap arah ekonomi Indonesia ke depan. (Ant/E-3)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah hari ini, Senin 2 Februari 2026, menunjukkan adanya dinamika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved