Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Hujan meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Desember 2025 (Sabtu-Minggu). Fenomena astronomi tahunan ini bisa disaksikan dari berbagai belahan duni
Informasi ini membantu ilmuwan memahami masa depan aktivitas tektonik, kestabilan medan magnet, dan bagaimana Bumi terus berubah dari waktu ke waktu.
Meteor dapat terlihat menyala sepanjang langit, tetapi jumlahnya terlihat paling banyak saat konstelasi Geminid sudah tinggi di langit sekitar tengah malam hingga 02.00-03.00 WIB.
Kondisi cuaca Indonesia yang cenderung cerah di pagi hari dan minim polusi cahaya di sejumlah daerah menjadi keuntungan tersendiri bagi penggemar langit malam.
Langit malam Indonesia baru-baru ini disinari oleh pertunjukan cahaya yang spektakuler dari Hujan Meteor Taurid Utara.
Fenomena langka terjadi di langit pada akhir Oktober 2025. Dua meteor dilaporkan menghantam permukaan Bulan hanya dalam selang dua hari.
Para astronom berhasil menangkap gambar menakjubkan dari komet antarbintang 3I/ATLAS yang kini menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas.
Fenomena ini merupakan peluang langka bagi para pencinta astronomi di seluruh dunia untuk melihat dua komet cerah melintas di langit dalam waktu yang sangat dekat peristiwa
Cuaca panas ekstrem di Indonesia diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Oktober 2025. BMKG mengungkapkan alasan fenomena ini dan dampaknya terhadap cuaca di berbagai wilayah.
Fenomena Purnama Perige atau supermoon yang terjadi pada 7 Oktober 2025 bukan sekadar tontonan langit memukau, namun juga dapat memicu perubahan perilaku berbagai spesies hewan.
Sebuah video di platform X memperlihatkan fenomena langka di luar angkasa: hujan di permukaan Matahari. Tapi bukan air yang turun seperti di Bumi, melainkan gumpalan plasma berpijar
Langit Oktober akan jadi panggung spektakuler: dua komet terang dan puncak hujan meteor Orionid hadir hampir bersamaan.
Asteroid raksasa 2025 FA22 melintas dekat Bumi 18 September 2025. Aman, bisa disaksikan publik via teleskop & live streaming.
Gerhana bulan total selalu menjadi momen langka yang ditunggu banyak orang. Namun, yang membuatnya semakin menarik adalah warna merah yang muncul pada bulan saat mencapai pincaknya.
Gerhana Bulan Total, yang sering disebut sebagai Blood Moon, akan kembali menghiasi langit pada malam tanggal 7 hingga 8 September 2025.
Fenomena ini berlangsung dari pertengahan Juli hingga akhir Agustus dan akan mencapai puncaknya pada malam 12 Agustus hingga menjelang fajar 13 Agustus 2025.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved