Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Catat! Ini Daftar 6 Fenomena Langit yang akan Terjadi di Tahun 2026

Cornelius Juan Prawira
04/1/2026 22:50
Catat! Ini Daftar 6 Fenomena Langit yang akan Terjadi di Tahun 2026
Ilustrasi(Doc Space)

TAHUN 2026 diprediksi menjadi kesempatan baik bagi para pengamat langit di seluruh dunia. Berdasarkan BBC Weather dan Space.com, ada rangkaian peristiwa astronomi mulai dari gerhana matahari total hingga hujan meteor tahunan di tahun ini. 

Berikut adalah daftar fenomena langit yang dipredikisi di 2026:

1. Gerhana Bulan Total / Blood Moon (3 Maret 2026)

Fenomena ini akan terlihat sangat jelas di wilayah Pasifik, Australia, dan sebagian besar Asia Timur. Menurut Space.com, seluruh piringan bulan akan masuk ke dalam umbra Bumi, menciptakan efek warna merah tembaga yang pekat. Penduduk di Australia Timur dan wilayah kepulauan di sekitarnya memiliki posisi pengamatan terbaik untuk menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.

2. Fenomena Saturnus Dihalang oleh Bulan (1 Februari 2026)

Peristiwa langka ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di depan planet Saturnus, sehingga planet bercincin tersebut tampak menghilang di balik piringan bulan. Wilayah Asia Tenggara dan Australia bagian utara berada di jalur pengamatan yang ideal untuk menyaksikan fenomena okultasi ini dengan bantuan teleskop kecil atau teropong.

3. Hujan Meteor Perseid (12-13 Agustus 2026)

Hujan meteor Perseid tetap menjadi primadona bagi pengamat di belahan bumi utara Asia, namun masih dapat terlihat dari wilayah Australia bagian utara. Space.com mencatat bahwa pada puncaknya, pengamat di lokasi gelap dapat melihat puluhan meteor per jam yang berasal dari sisa debu Komet Swift-Tuttle yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

4. Oposisi Planet Saturnus (21 September 2026)

Pada tanggal ini, Saturnus berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi, menjadikannya tampak lebih besar dan sangat terang di langit malam wilayah Asia dan Australia. Dengan bantuan teleskop, cincin Saturnus dapat terlihat dengan sangat jelas karena piringan planet sepenuhnya diterangi oleh cahaya matahari secara frontal.

5. Konjungsi Dekat Mars dan Jupiter (16 November 2026)

Dua planet terang, Mars dan Jupiter, akan tampak saling berdekatan di langit timur sebelum fajar menyingsing. Fenomena konjungsi ini dapat dilihat dengan mata telanjang di seluruh wilayah Asia dan Australia. Keduanya akan tampak seperti dua objek terang yang berdampingan, memberikan pemandangan kontras antara warna kemerahan Mars dan cahaya putih Jupiter.

6. Hujan Meteor Geminid (13-14 Desember 2026)

Sebagai penutup tahun, hujan meteor Geminid akan melintasi langit dengan intensitas tinggi. Mengutip Space.com, Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara hingga Australia bagian selatan selama kondisi langit cerah.

Sumber: Space.com.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya