Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hujan Meteor Taurid Utara Memukau Langit Indonesia

Muhammad Ghifari A
19/11/2025 22:03
Hujan Meteor Taurid Utara Memukau Langit Indonesia
Tanggal 11-12 November diperkirakan menjadi puncak hujan meteor Taurid Utara.(Sumber: Ampproject)

Langit malam Indonesia baru-baru ini disinari oleh pertunjukan cahaya yang spektakuler dari Hujan Meteor Taurid Utara. Fenomena langit ini dikenal karena durasinya yang panjang dan kemampuannya menghasilkan meteor yang sangat terang, yang sering dijuluki sebagai "bola api Halloween".

Durasi dari Sisa Komet Encke

Hujan meteor Taurid adalah salah satu fenomena yang paling lama berlangsung, aktif mulai dari akhir Oktober hingga Desember setiap tahun. Peristiwa ini terjadi saat Bumi melewati awan puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Encke, sebuah komet terkenal dengan orbitnya yang panjang.

Karena aliran puing komet ini sangat tersebar, Taurid terbagi menjadi dua segmen terpisah:

  • Taurid Selatan (aktif 10 September – 20 November) dengan puncaknya pada 10-11 Oktober.
  • Taurid Utara (aktif 20 Oktober – 10 Desember) yang mencapai puncaknya baru-baru ini, yakni pada 12-13 November.

Meskipun aktivitasnya tergolong normal, dengan rata-rata sekitar lima meteor per jam, Taurid menawarkan peluang langka untuk menyaksikan bola api (fireball) yang menyala terang dan melesat lambat melintasi langit. Meteor ini bergerak relatif pelan, dengan kecepatan sekitar 27 kilometer per detik, atau setara dengan kurang lebih 65.000 kilometer per jam.

Tips dan Fakta Menarik Pengamatan

Untuk menikmati pemandangan Hujan Meteor Taurid, Anda tidak memerlukan alat bantu optik seperti teropong atau teleskop. Meteor Taurid dapat disaksikan dengan mata telanjang.

Pilih tempat dengan pemandangan langit yang jelas dan minim polusi cahaya, seperti di daerah pedesaan atau dataran tinggi, agar meteor yang lebih redup tetap terlihat.

Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, ketika langit berada dalam kondisi tergelap. Berikan waktu bagi mata Anda untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan agar lebih peka terhadap cahaya redup di langit.

Asal Nama Meteor Taurid

Meteor yang terlihat dalam hujan ini seolah-olah berasal dari titik di konstelasi Taurus, yang kemudian menjadi asal namanya. Julukan "bola api Halloween" diberikan karena kemunculan puncaknya yang sering kali terjadi di sekitar perayaan akhir Oktober dan awal November.

Para astronom meyakini bahwa Komet Encke dan hujan meteor Taurid merupakan sisa-sisa dari komet besar yang hancur sekitar 20.000 hingga 30.000 tahun lalu.

Meskipun puncak Hujan Meteor Taurid Utara telah terlewati, fenomena ini masih akan terlihat di langit malam hingga awal Desember, memberikan kesempatan bagi para pencinta astronomi untuk terus menikmati salah satu keindahan alam semesta yang paling memukau ini. (Earthsky/MI/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya