Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Desember 2025 (Sabtu-Minggu). Mengutip Space.com, fenomena astronomi tahunan ini bisa disaksikan dari berbagai belahan dunia, meski biasanya tampak lebih jelas dari Belahan Bumi Utara.
Meteor Geminid terlihat seolah-olah memancar dari rasi bintang Gemini (titik radian), yang posisinya berada di sekitar langit malam dekat rasi Orion. Gemini terletak di antara Taurus (barat) dan Cancer (timur). Dua bintang paling terang di rasi ini, Castor dan Pollux, kerap dijadikan patokan untuk membantu pengamat menentukan arah munculnya hujan meteor Geminid.
Meski begitu, Anda tidak perlu terpaku menatap rasi Gemini. Meteor bisa muncul di seluruh langit, dan kilatan yang dekat dengan titik radian biasanya memiliki jejak lebih pendek sehingga lebih sulit terlihat. Karena itu, cara terbaik adalah mengamati bidang langit yang luas dari lokasi yang minim polusi cahaya.
Geminid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling produktif dan spektakuler setiap tahun. Saat puncak, intensitasnya dapat mencapai sekitar 50-120 meteor per jam (tergantung kondisi langit dan lokasi pengamatan). Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jejak partikel debu yang ditinggalkan asteroid 3200 Phaethon.
Saat partikel kecil memasuki atmosfer Bumi, mereka terbakar dan menghasilkan kilatan cahaya yang tampak seperti “bintang jatuh”. Secara umum, hujan meteor Geminid berlangsung setiap tahun pada rentang 4-20 Desember, dengan puncak yang biasanya terjadi di pertengahan bulan.
Jika cuaca cerah, Anda dapat mengamati Geminid sepanjang malam pada 13-14 Desember. Jika tidak sempat saat puncak, malam sebelum atau sesudahnya juga masih memberi peluang untuk melihat meteor, meski jumlahnya biasanya tidak sebanyak saat puncak.
Cari lokasi gelap dan jauh dari lampu kota (minim polusi cahaya).
Februari 2026 menghadirkan parade planet langka. Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter akan terlihat bersamaan, puncaknya pada 28 Februari.
Fenomena astronomi langka akan menyapa langit Bumi pada akhir Februari 2026 lewat peristiwa yang dikenal sebagai parade enam planet.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Temuan komet baru C/2026 A1 (MAPS) diprediksi akan mendekati matahari pada April 2026. Simak jadwal dan cara aman melihat fenomena langka ini.
Chronova Engineering menciptakan jam antarplanet unik yang menampilkan waktu relatif di Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus menggunakan piringan rotasi planet.
Tiongkok melirik kawasan Rimae Bode sebagai lokasi pendaratan misi berawak pertamanya ke Bulan. Wilayah ini disebut menyimpan 'emas ilmiah' dari inti Bulan.
Sebuah meteorit jatuh menembus atap rumah di Koblenz, Jerman, usai ledakan bola api terlihat di langit Eropa. Tidak ada korban jiwa, peneliti mulai kumpulkan fragmen.
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.
Astronom menggunakan instrumen HAWK-I pada Very Large Telescope (VLT) untuk menangkap gambar nebula RCW 36 yang menyerupai burung elang di rasi bintang Vela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved