Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN meteor Geminid akan mencapai puncaknya pada malam 13-14 Desember 2025 (Sabtu-Minggu). Mengutip Space.com, fenomena astronomi tahunan ini bisa disaksikan dari berbagai belahan dunia, meski biasanya tampak lebih jelas dari Belahan Bumi Utara.
Meteor Geminid terlihat seolah-olah memancar dari rasi bintang Gemini (titik radian), yang posisinya berada di sekitar langit malam dekat rasi Orion. Gemini terletak di antara Taurus (barat) dan Cancer (timur). Dua bintang paling terang di rasi ini, Castor dan Pollux, kerap dijadikan patokan untuk membantu pengamat menentukan arah munculnya hujan meteor Geminid.
Meski begitu, Anda tidak perlu terpaku menatap rasi Gemini. Meteor bisa muncul di seluruh langit, dan kilatan yang dekat dengan titik radian biasanya memiliki jejak lebih pendek sehingga lebih sulit terlihat. Karena itu, cara terbaik adalah mengamati bidang langit yang luas dari lokasi yang minim polusi cahaya.
Geminid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling produktif dan spektakuler setiap tahun. Saat puncak, intensitasnya dapat mencapai sekitar 50-120 meteor per jam (tergantung kondisi langit dan lokasi pengamatan). Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jejak partikel debu yang ditinggalkan asteroid 3200 Phaethon.
Saat partikel kecil memasuki atmosfer Bumi, mereka terbakar dan menghasilkan kilatan cahaya yang tampak seperti “bintang jatuh”. Secara umum, hujan meteor Geminid berlangsung setiap tahun pada rentang 4-20 Desember, dengan puncak yang biasanya terjadi di pertengahan bulan.
Jika cuaca cerah, Anda dapat mengamati Geminid sepanjang malam pada 13-14 Desember. Jika tidak sempat saat puncak, malam sebelum atau sesudahnya juga masih memberi peluang untuk melihat meteor, meski jumlahnya biasanya tidak sebanyak saat puncak.
Cari lokasi gelap dan jauh dari lampu kota (minim polusi cahaya).
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Sayangnya, Gerhana Matahari Cincin sempurna kali ini tidak melewati wilayah Indonesia dan hanya melintasi wilayah terpencil di Antartika.
Geminid dikenal menghasilkan meteor yang bergerak lebih lambat dan terkadang berwarna-warni. Fenomena ini dapat dinikmati dengan baik oleh pengamat di wilayah Asia Tenggara
Fenomena-fenomena ini dapat disaksikan di berbagai belahan dunia, termasuk sebagian wilayah Asia dan Indonesia untuk beberapa peristiwa.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Gerhana Matahari total adalah salah satu pertunjukan langit paling menakjubkan yang bisa disaksikan manusia. Tapi ada kabar mengejutkan: fenomena itu tidak akan selamanya ada.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Gerhana Matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Fenomena ring of fire ini hanya terlihat sempurna di Antartika dan tidak dapat diamati dari Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved