Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Bos MU Jim Ratcliffe Minta Maaf usai Sebut Inggris Dikolonialisasi Imigran

Khoerun Nadif Rahmat
12/2/2026 20:48
Bos MU Jim Ratcliffe Minta Maaf usai Sebut Inggris Dikolonialisasi Imigran
Jim Ratcliffe.(Sky News)

BOS Manchester United Jim Ratcliffe menyampaikan permohonan maaf setelah pernyataannya yang menyebut Inggris dikolonialisasi oleh imigran memicu kecaman luas dari pemerintah, kelompok antirasisme, hingga otoritas sepak bola.

Pernyataan kontroversial salah satu pemilik Manchester United, Jim Ratcliffe, berujung klarifikasi dan permintaan maaf resmi setelah memicu kegaduhan di Inggris dan Eropa. Miliarder pendiri perusahaan kimia Ineos itu mengakui pilihan katanya menyinggung banyak pihak.

Kontroversi bermula saat Ratcliffe diwawancarai Sky News di sela KTT Industri Eropa di Antwerpen, Belgia. Dalam kesempatan itu, pria berusia 73 tahun tersebut menilai tingginya imigrasi telah merusak ekonomi Inggris dan menggambarkan situasi tersebut sebagai bentuk kolonisasi oleh pendatang.

"Saya meminta maaf jika pilihan bahasa saya telah menyinggung sebagian orang dan menyebabkan kekhawatiran. Namun, sangat penting untuk mengangkat isu mengenai imigrasi yang terkendali demi mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Ratcliffe dalam pernyataan tertulisnya dikutip dari AFP, Kamis (12/2).

Ia menegaskan maksud utamanya adalah mendorong pengelolaan migrasi yang sejalan dengan investasi keterampilan dan penciptaan lapangan kerja agar kemakmuran jangka panjang bisa dirasakan luas.

Reaksi keras datang dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Keir Starmer. Melalui juru bicaranya, Downing Street menilai bahasa yang digunakan Ratcliffe bersifat memecah belah.

"Perdana Menteri telah meminta permohonan maaf, dan itu telah dilakukan. Hal itu sudah tepat karena komentar tersebut bersifat inflamasi," tegas juru bicara Downing Street.

Organisasi antirasisme sepak bola, Kick It Out, juga melontarkan kritik tajam. Mereka menyebut pernyataan tersebut memalukan dan bertentangan dengan identitas Manchester United yang memiliki basis penggemar global serta latar belakang yang beragam. Kota Manchester sendiri dikenal memiliki sejarah budaya yang diperkaya kontribusi para imigran.

Selain soal diksi, Ratcliffe disorot karena menyampaikan data populasi yang keliru. Ia mengeklaim populasi Inggris melonjak dari 58 juta pada 2020 menjadi 70 juta saat ini. Padahal, data Kantor Statistik Nasional menunjukkan populasi Inggris pada pertengahan 2020 sekitar 67 juta jiwa dan baru mendekati 70 juta pada pertengahan 2024.

Dampak dari polemik ini berpotensi meluas ke ranah sepak bola. Ratcliffe dilaporkan bisa menghadapi sanksi disiplin dari Asosiasi Sepak Bola Inggris dengan tuduhan mencemarkan nama baik pertandingan.

Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, turut menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai membahas pengendalian imigrasi merupakan hal yang sah, tetapi menggambarkan pendatang sebagai kekuatan penjajah yang bermusuhan dinilai berbahaya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya