Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Drama Deadline Day: Dwight McNeil dan Pahitnya Ghosting di Bursa Transfer

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 08:58
Drama Deadline Day: Dwight McNeil dan Pahitnya Ghosting di Bursa Transfer
Pemain Everton Dwight McNeil(AFP/AJ REYNOLDS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

KEGAGALAN transfer di menit-menit terakhir merupakan hal lumrah dalam sepak bola, namun drama yang menimpa Dwight McNeil pada penutupan bursa transfer kali ini menyisakan luka mendalam. 

Kekasih sang pemain, Megan Sharpley, mengecam keras Crystal Palace setelah kepindahan pemain sayap Everton tersebut kolaps di saat-saat terakhir.

Kronologi Kegagalan Transfer

Crystal Palace sebelumnya telah menyepakati kesepakatan pinjam dengan kewajiban beli permanen senilai 20 juta pound sterlung untuk pemain berusia 26 tahun tersebut. 

Segala proses administrasi diyakini sudah mencapai tahap akhir; McNeil telah merampungkan tes medis dan pihak The Eagles pun sudah mengirimkan lembar kesepakatan (deal sheet) sebelum tenggat waktu Senin pukul 19:00 GMT.

Namun, kepindahan itu batal secara tragis. Meski Everton dilaporkan telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan, sumber BBC Sport menyebutkan bahwa transfer tersebut gagal karena Palace tidak menyelesaikan dokumen wajib dari sisi mereka.

Dampak Psikologis: Radio Silence

Kritik tajam datang dari Megan Sharpley melalui media sosialnya. Ia menyoroti bagaimana pihak London Selatan tersebut tiba-tiba menghilang tanpa kabar atau radio silence tepat di malam penutupan bursa. 

Padahal, kontrak berdurasi empat setengah tahun sudah ditawarkan, dan mereka telah bersiap pindah sejauh ratusan mil.

"Kita hidup di dunia saat semua orang sadar betapa besarnya masalah kesehatan mental," tulis Sharpley di Instagram. "Lantas, mengapa dalam sepak bola kita menganggap hal itu wajar hanya karena para pemuda ini dibayar mahal? Apakah boleh mempermainkan kesehatan mental mereka dan menganggap itu bagian dari pekerjaan?"

Sharpley menambahkan bahwa melihat sosok yang ia cintai diperlakukan secara kejam oleh dunia sepak bola telah menghancurkan hatinya.

"Dijanjikan sesuatu, terseret dalam rollercoaster emosional, dan dipermainkan hingga menit terakhir. Kemudian hal itu dirampas darimu di detik terakhir tanpa penjelasan sama sekali—dari segalanya menjadi sunyi tanpa telepon, tanpa komunikasi. Hanya menyisakan patah hati dan kebingungan," ungkapnya.

Sikap Profesional Dwight McNeil

Dwight McNeil sendiri akhirnya angkat bicara. Senada dengan pasangannya, ia mengaku masih merasa "gelap" terkait apa yang sebenarnya terjadi, namun ia memilih untuk tetap profesional.

"Meski saat ini saya masih dibiarkan dalam kegelapan... apa yang saya tahu, dan yang membuat saya merasa didukung adalah, saya adalah pemain Everton. Saya akan menggunakan ini sebagai motivasi," tegas McNeil.

Pemain yang didatangkan dari Burnley pada 2022 ini memang sedang berada dalam situasi sulit di Goodison Park. 

Sejak David Moyes menggantikan Sean Dyche, menit bermainnya berkurang drastis dengan hanya mencatatkan tujuh kali starter dari 14 penampilan liga musim ini.

Dukungan dari Everton

Menanggapi situasi sulit yang menimpa pemainnya, Everton secara terbuka memberikan dukungan moral melalui media sosial. 

"Tetap menjadi bagian dari kami dan ada bulan-bulan besar di depan. Semua orang di Everton ada di belakangmu, Dwight," tulis the Toffees, Selasa (3/2).

Hingga saat ini, Crystal Palace dilaporkan telah dihubungi untuk memberikan komentar namun belum memberikan penjelasan resmi mengenai kegagalan administrasi tersebut. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya