Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Crystal Palace vs Tottenham: Spurs Kian Terpuruk, Igor Tudor Justru Makin Yakin Bisa Lolos dari Lubang Jarum

Thalatie K Yani
06/3/2026 06:05
Crystal Palace vs Tottenham: Spurs Kian Terpuruk, Igor Tudor Justru Makin Yakin Bisa Lolos dari Lubang Jarum
Meski Tottenham kalah dari Crystal Palace, Igor Tudor melihat sinyal kebangkitan. (Tottenham Hotspur)

MANAJER Tottenham Hotspur, Igor Tudor, memberikan reaksi mengejutkan usai timnya ditumbangkan Crystal Palace 1-3. Meski kekalahan ini memperpanjang rekor buruk The Lilywhites, Tudor mengklaim dirinya melihat sinyal positif yang membuatnya kian percaya diri bahwa Tottenham akan bangkit dari keterpurukan.

Pertandingan tersebut berubah drastis setelah bek Micky van de Ven diganjar kartu merah. Tudor menyebut insiden itu menciptakan dua fase permainan yang berbeda, di mana rencana awalnya menjadi berantakan setelah tim harus bermain dengan 10 orang.

Optimisme di Tengah Kekecewaan

Walaupun merasakan kekecewaan yang sama dengan para penggemar, Tudor melihat adanya perubahan gairah di ruang ganti. Ia meyakini bahwa saat seluruh skuad utama kembali pulih dari cedera, Tottenham akan menunjukkan jati diri yang sebenarnya.

"Kami perlu bekerja keras dan percaya. Setelah pertandingan ini, saya justru lebih percaya (pada tim) dibandingkan sebelumnya. Saya tahu itu terdengar aneh, tetapi saya melihat sesuatu dalam tim ini, bahkan di ruang ganti setelah laga," ujar Tudor kepada TNT Sports.

Tudor menyoroti kembalinya beberapa pilar penting sebagai kunci kebangkitan. "Saya melihat energi yang baik, keinginan untuk berbuat sesuatu, dan gairah yang lebih besar. Perlawanan itu ada, tetapi sayangnya kartu merah mengubah permainan. Masih ada sembilan laga tersisa. Cristian Romero akan kembali, Kevin Danso tampil baik hari ini, Pedro Porro juga berbeda. Kami akan menjadi kuat saat skuad sudah lengkap," tambahnya.

Enggan Bicara Soal Tekanan

Terkait kartu merah yang diterima Micky van de Ven, Tudor mengaku belum melihat tayangan ulangnya secara detail dan sepenuhnya menyerahkan keputusan kepada wasit. Namun, ia bereaksi keras ketika ditanya apakah tekanan besar menjadi penyebab kesalahan fatal beknya tersebut.

"Kita harus berhenti bicara soal tekanan. Itu bukan topik untuk dibahas. Saya tidak akan bicara soal tekanan lagi," tegas pelatih asal Kroasia tersebut.

Pesan Rahasia di Ruang Ganti

Kepada BBC Match of the Day, Tudor menjelaskan rencana permainannya di babak kedua adalah tetap berani menyerang meski kalah jumlah pemain. Menurutnya, bertahan total hanya akan membuat tim semakin menderita.

"Rencana permainannya adalah tetap percaya saat kami menyerang bahwa kami akan mencetak gol. Jika tidak, Anda tidak bisa terus bertahan dengan satu pemain lebih sedikit, dan sayangnya itu tidak cukup," jelasnya.

Menutup keterangannya, Tudor menegaskan bahwa periode kelam ini akan segera berakhir, meski ia enggan membocorkan motivasi yang ia berikan kepada para pemain. "Ini adalah sebuah momen, dan ini akan berlalu. Pesan yang saya sampaikan kepada mereka (pemain) bukan untuk konsumsi publik," pungkasnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya