Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS di Tottenham Hotspur kian mencapai titik nadir. Kekalahan memilukan 1-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri, Kamis malam, memaksa The Lilywhites memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka di Liga Premier Inggris menjadi 11 pertandingan. Sebuah catatan terburuk sepanjang sejarah klub.
Kemenangan West Ham United pada Rabu malam sebelumnya telah menekan posisi Spurs. Kini, jarak ke zona degradasi hanya tersisa satu poin. Untuk pertama kalinya sejak 1977, ancaman turun kasta bukan lagi sekadar bualan, melainkan ancaman nyata bagi klub London Utara tersebut.
Sejak peluit awal dibunyikan, kegugupan terlihat jelas di kubu tuan rumah. Guglielmo Vicario dipaksa bekerja keras sejak menit pertama untuk menghalau tendangan voli Adam Wharton. Spurs sempat bernapas lega saat gol Ismaïla Sarr dianulir karena offside tipis dalam proses serangan.
Momentum sempat berpihak pada Spurs saat Archie Gray melakukan aksi individu gemilang di sisi lapangan. Umpan tariknya berhasil diselesaikan dengan manis oleh Dominic Solanke untuk membawa Spurs unggul lebih dulu. Namun, kegembiraan itu hanya bertahan sekejap.
Bencana datang ketika Micky van de Ven menerima kartu merah langsung setelah menjatuhkan Sarr di kotak terlarang. Sarr, yang maju sebagai algojo, dengan tenang mengeksekusi penalti ke sudut kiri gawang, mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membuat Spurs pincang dengan 10 pemain.
Melawan 10 pemain, Crystal Palace tampil tanpa ampun. Adam Wharton menjadi aktor intelektual di balik dua gol tambahan The Eagles sebelum babak pertama usai. Pertama, sebuah umpan terobosan cerdiknya dikonversi menjadi gol oleh Jørgen Strand Larsen melalui sela kaki Vicario. Tak lama berselang, umpan jauh Wharton kembali memanjakan Sarr yang sukses menaklukkan Vicario untuk kedua kalinya.
Memasuki babak kedua, manajer Igor Tudor mencoba melakukan perubahan. Meski tampil lebih disiplin, defisit jumlah pemain membuat Spurs kesulitan menciptakan peluang bersih. Peluang terbaik datang dari Solanke, namun kiper Palace, Dean Henderson, sigap menghalau bola dengan kakinya. Skor 1-3 bertahan hingga bubar.
Awal masa kepemimpinan Igor Tudor berubah menjadi bencana dengan tiga kekalahan beruntun. Ironisnya, Spurs belum mencatatkan satu pun kemenangan di Premier League sepanjang tahun kalender 2026.
Kini, Spurs berada di persimpangan jalan yang sulit. Di tengah perjuangan menghindari zona degradasi, mereka harus mempersiapkan diri menghadapi raksasa Spanyol, Atlético Madrid, di ajang UEFA Champions League. Sebaliknya, bagi Crystal Palace, kemenangan ini semakin mengokohkan posisi mereka di papan tengah klasemen di bawah asuhan Oliver Glasner. (Flash Score/Z-2)
Ribuan suporter Tottenham tinggalkan stadion lebih awal saat kalah dari Crystal Palace. Manajer Tottenham, Igor Tudor, mengaku tidak terkejut dengan reaksi dingin para pendukungnya.
Analisis dampak finansial jika Tottenham Hotspur degradasi ke Championship. Dari anjloknya hak siar hingga kritik Gareth Bale soal kebijakan transfer klub.
Penyerang Tottenham Dominic Solanke berikan pesan pedas usai kekalahan dari Crystal Palace.
Meski Tottenham kalah dari Crystal Palace, Igor Tudor melihat sinyal kebangkitan.
Manajer Crystal Palace Oliver Glasner puji reaksi tim usai bekuk Tottenham, namun beri peringatan soal performa babak kedua dan update cedera Daniel Munoz.
Meski Tottenham kalah dari Crystal Palace, Igor Tudor melihat sinyal kebangkitan.
Manajer Crystal Palace Oliver Glasner puji reaksi tim usai bekuk Tottenham, namun beri peringatan soal performa babak kedua dan update cedera Daniel Munoz.
Bintang Crystal Palace, Strand Larsen dan Adam Wharton, ungkap kunci kemenangan atas Tottenham.
Tottenham Hotspur menghadapi kenyataan pahit di tahun 2026, belum satu pun kemenangan diraih yang membuat posisi mereka kini hanya terpaut empat poin dari zona merah.
Manchester United menang 2-1 atas Crystal Palace di Old Trafford berkat gol Bruno Fernandes dan Benjamin Sesko. Simak statistik dan ulasan lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved