Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Crystal Palace vs Tottenham: Oliver Glasner Puas Crystal Palace Hajar Spurs, Tapi Kritik Konsistensi Tim

Thalatie K Yani
06/3/2026 05:53
Crystal Palace vs Tottenham: Oliver Glasner Puas Crystal Palace Hajar Spurs, Tapi Kritik Konsistensi Tim
Manajer Crystal Palace Oliver Glasner puji reaksi tim usai bekuk Tottenham, namun beri peringatan soal performa babak kedua dan update cedera Daniel Munoz.(Crystal Palace)

MANAJER Crystal Palace, Oliver Glasner, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis bagi anak asuhnya setelah kemenangan meyakinkan atas Tottenham Hotspur, Kamis malam. Meski menang, Glasner menegaskan The Eagles masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait konsistensi permainan.

Dalam wawancara dengan BBC Match of the Day, Glasner mengaku sangat puas dengan performa timnya di paruh pertama, terutama reaksi mental yang ditunjukkan setelah tertinggal lebih dulu. Namun, ia menyayangkan penurunan intensitas di babak kedua, padahal timnya unggul jumlah pemain.

Reaksi Cepat dan Kritik Babak Kedua

"Ini adalah malam yang memuaskan, terutama dengan hasil akhir dan performa babak pertama. Saya tidak terlalu senang dengan babak kedua; kami tidak mengendalikan permainan seperti yang kami inginkan dengan satu pemain ekstra," ujar Glasner.

Ia menyoroti bagaimana Palace membiarkan lawan mendapatkan terlalu banyak situasi bola mati dan peluang berbahaya di sekitar kotak penalti. Namun, manajer asal Austria ini memuji daya juang timnya.

"Apa yang paling saya sukai adalah reaksi setelah kami kebobolan; sangat luar biasa bisa bangkit kembali dengan mencetak gol-gol fantastis. Namun, kami juga harus kritis bahwa kami bisa tampil lebih baik di babak kedua. Inilah yang akan kami kerjakan sekarang, konsistensi di sepanjang pertandingan," tambahnya.

Sorotan untuk Adam Wharton dan Gol Kolektif

Glasner juga memberikan pujian khusus kepada Adam Wharton yang tampil gemilang sebagai kreator serangan. Baginya, gol kedua tim adalah representasi terbaik dari kerja sama tim karena berawal dari counter-pressing yang tajam.

"Kita tahu bahwa dia (Wharton) memiliki operan dan orientasi yang luar biasa. Bagi saya, gol terbaik adalah yang kedua; kami kehilangan bola di tepi kotak penalti tetapi kami sangat tajam dengan counter-pressing kami. Ini selalu merupakan upaya tim," jelas Glasner. Ia juga bercanda mengenai Wharton yang semakin dekat dengan gol perdananya di Premier League setelah peluang emas di awal laga.

Kabar Cedera Daniel Munoz

Di tengah euforia kemenangan, Palace harus menerima kabar kurang menyenangkan terkait kondisi Daniel Munoz. Pemain bertahan tersebut terpaksa ditarik keluar dan terlihat mengenakan penyangga lengan.

"Itu adalah cedera bahu. Saat ini lengannya disangga. Mari berharap itu tidak terlalu parah," ungkap sang manajer.

Mengenai keputusan VAR yang menganulir gol Ismaïla Sarr karena offside tipis, Glasner menanggapi dengan santai. "Saya sudah melihat garisnya, saya pikir itu dahi atau hidung. Tentu saja Anda bisa mencetak gol dengan hidung. Saya telah melihat beberapa keputusan yang sangat ketat, tetapi hari ini hal itu tidak menjadi masalah." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya