Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANDANGAN pahit mewarnai kekalahan Tottenham Hotspur 1-3 dari Crystal Palace di kandang sendiri. Ribuan pendukung tuan rumah memilih meninggalkan tribun lebih awal (walk out) sebelum peluit panjang dibunyikan. Aksi ini menjadi simbol puncak rasa frustrasi suporter melihat klub kesayangan mereka kini hanya terpaut satu poin dari zona degradasi Premier League.
Manajer Tottenham, Igor Tudor, mengaku tidak terkejut dengan reaksi dingin para pendukungnya. Menurutnya, ekspektasi besar fans berbanding terbalik dengan kenyataan pahit yang harus mereka saksikan di lapangan, terutama setelah kartu merah Micky van de Ven mengubah arah pertandingan.
Menanggapi banyaknya kursi kosong di menit-menit akhir pertandingan, Tudor memberikan pembelaan yang simpatik terhadap para pendukung.
"Tentu saja saya memahami para penggemar. Itu adalah hal normal yang terjadi dalam sepak bola. Mereka kecewa. Mereka menginginkan lebih. Kami sadar akan hal itu. Kami juga ingin memberikan lebih. Sayangnya, ini adalah momen di mana kami membayar segalanya (kesalahan). Satu kartu merah mengubah segalanya," ujar Tudor kepada media usai laga.
Meskipun atmosfer stadion mendingin, Tudor justru mengaku mendapatkan keyakinan baru dari semangat juang pemain yang tersisa di lapangan. "Mungkin ini terdengar aneh, tapi saya lebih percaya setelah pertandingan ini daripada sebelumnya. Saya melihat sesuatu," tambahnya.
Dalam situasi krisis ini, Tudor mengeluarkan peringatan keras bagi para pemainnya. Ia menegaskan hanya akan mempertahankan mereka yang benar-benar berkomitmen penuh untuk menyelamatkan tim dari ancaman jatuh ke kasta kedua.
"Saya perlu memilih orang-orang yang tepat karena kapal ini menuju ke arah yang saya inginkan dan harus tuju. Siapa pun yang ada di dalam kapal bisa tetap tinggal. Jika tidak, mereka bisa meninggalkan kapal," tegas manajer asal Kroasia tersebut.
Tudor juga menampik adanya masalah disiplin di dalam skuadnya meski timnya kerap dirugikan oleh kartu merah. Ia bersikeras bahwa para pemain sangat peduli dengan kondisi klub, namun saat ini mereka sedang dihukum oleh detail-detail kecil dan kesalahan sendiri.
Saat ditanya mengenai masa depannya di kursi kepelatihan dan apakah ia masih akan memimpin Tottenham di laga berikutnya, Tudor memilih untuk bungkam. "Tidak ada komentar untuk pertanyaan itu," jawabnya singkat.
Kini, dengan sembilan pertandingan tersisa, Tottenham harus berpacu dengan waktu untuk memutus tren negatif. Tudor berharap kembalinya para pemain pilar dari cedera dapat mengubah peruntungan tim dan membawa kembali kemenangan yang sudah lama hilang. (Tottenham Hotspur/Z-2)
Drama di Tottenham Hotspur Stadium! Spurs menelan kekalahan kandang memilukan 3-0 dari Nottingham Forest.
Jelang Tottenham vs Atletico Madrid, Spurs dapat amunisi baru. Akankah Cristian Romero dkk mampu ukir sejarah comeback di London? Cek infonya!
Tudor menyebut, di tengah pencapaian tim yang mengkhawatirkan, kondisi psikologis para pemainnya bervariasi.
Tudor mengakui fokus utama timnya tetap pada upaya menjauh dari zona degradasi di kompetisi domestik.
Meski Tottenham kalah dari Crystal Palace, Igor Tudor melihat sinyal kebangkitan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved