Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

5 Langkah Strategis Indra Sjafri untuk Membawa Indonesia ke Piala Dunia

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 03:49
5 Langkah Strategis Indra Sjafri untuk Membawa Indonesia ke Piala Dunia
Mantan pelatih timnas Indonesia Indra Sjafri(ANTARA/Muhammad Adimaja)

PRAKTISI sepak bola sekaligus mantan pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri, memaparkan lima langkah krusial yang harus ditempuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) demi membangun sepak bola nasional yang kompetitif. 

Menurutnya, pembenahan ini menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia memiliki peluang realistis menembus panggung Piala Dunia, setidaknya pada edisi 2034.

Dalam kegiatan Dialog Meja Bundar di Auditorium Bung Karno LPP TVRI, Jakarta, Selasa (3/2), pria asal Sumatra Barat tersebut menekankan bahwa fondasi utama dimulai dari pemerataan infrastruktur. 

Indra menyoroti bahwa fasilitas olahraga tidak boleh hanya berpusat di kota-kota besar, melainkan harus menyentuh pelosok daerah sebagai basis pembinaan pemain muda.

"Infrastruktur bukan hanya membangun stadion di kota, lapangan sepak bola di desa juga harus diperbaiki," ujar pria berusia 63 tahun tersebut.

Langkah kedua yang tidak kalah penting adalah pembaruan kurikulum. 

Indra menilai Indonesia membutuhkan kurikulum sepak bola yang adaptif agar metode latihan dan pendekatan taktik nasional tetap selaras dengan tren permainan global dan tidak tertinggal dari negara-negara maju.

Selanjutnya, ia menggarisbawahi pentingnya peningkatan kualitas pelatih. 

Indra menyayangkan minimnya jumlah pelatih lokal yang memiliki kualifikasi tinggi. Sebagai perbandingan, saat ini Indonesia baru memiliki 44 orang pelatih yang berlisensi A Pro.

"Kalau dibandingkan dengan Jepang misalnya, mereka sudah punya ribuan pelatih berlisensi tersebut," tuturnya. 

Peningkatan kuantitas dan kualitas pelatih berlisensi profesional ini dianggap sebagai prasyarat bagi kemajuan tim nasional secara jangka panjang.

Langkah keempat berkaitan dengan struktur pembinaan. Indonesia dinilai perlu memiliki jalur pengembangan pemain yang jelas dan terstruktur, mulai dari usia dini hingga jenjang profesional. 

Sistem yang berjenjang ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan talenta yang tidak terputus di tengah jalan.

Terakhir, Indra menekankan penguatan kompetisi usia muda sebagai prioritas regenerasi. 

Kompetisi yang rutin dan berkualitas akan membentuk mental bertanding serta memperkaya pengalaman pemain muda. Ia pun memberikan apresiasi kepada PSSI yang saat ini telah mulai menjalankan langkah kelima ini.

"Kalau lima hal ini diperbaiki, baru cita-cita 2034 bisa dibicarakan," tegas Indra. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya