Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI menuai banjir pujian dari pelatih hingga pemain kelas dunia, penggawa muda Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, enggan jemawa. Bek sayap Persija Jakarta ini mengaku masih jauh dari kata puas usai melakoni debutnya di ajang FIFA Series 2026.
Dony tampil menjanjikan saat dipercaya turun penuh kala melawan Saint Kitts and Nevis, serta memberikan dampak signifikan sebagai pemain pengganti pada partai final kontra Bulgaria.
"Saya tidak akan merasa puas dengan penampilan di pertandingan kemarin itu," tegas Dony Tri dikutip dari Antara, Rabu (1/4).
Penampilan apik pemain yang merumput di Super League ini bahkan memantik pujian dari rekan setimnya, Calvin Verdonk. Pemain naturalisasi tersebut bahkan mengutarakan harapannya agar Dony segera meniti karier di liga-liga Eropa.
Menanggapi hal itu, Dony memilih menjadikannya sebagai bahan bakar untuk terus berkembang.
"Bagi saya, pujian dari berbagai pihak itu akan menjadi motivasi tersendiri untuk terus bekerja keras dan terus berkembang ke depannya," imbuhnya.
Pemain muda ini menyadari betul bahwa persaingan memperebutkan posisi bek kiri di skuad asuhan Shin Tae-yong sangatlah ketat. Ia harus bersaing dengan nama-nama beken seperti Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, hingga Dean James.
Namun, Dony memandang keberadaan para pemain senior tersebut sebagai momentum emas untuk belajar.
"Persaingan tidak mudah, tapi saya cuma mau kerja keras di latihan kalau mau dipilih. Kalaupun tidak dipilih, ya saya terus bekerja keras lagi," ujar Dony optimis.
Kini, fokus utamanya adalah meningkatkan performa bersama Persija Jakarta agar konsistensinya tetap terjaga dan kembali mendapat panggilan membela Merah Putih di ajang-ajang prestisius selanjutnya.
(Ant/P-4)
Dony kembali mendapat kesempatan tampil saat menghadapi Bulgaria. Masuk dari bangku cadangan, kehadirannya membuat permainan tim menjadi lebih atraktif.
KEKALAHAN tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (31/3), tidak melunturkan optimisme punggawa timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk puji setinggi langit gaya main Dony Tri Pamungkas usai FIFA Series 2026. Bek Lille itu berharap bintang muda Persija tersebut berkarir di Eropa
Meski timnas Indonesia harus mengakui keunggulan timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1, performa Calvin Verdonk dinilai menjadi titik cerah dalam pertandingan tersebut.
Calvin Verdonk menggarisbawahi bahwa secara kolektivitas, Indonesia terbukti mampu mengimbangi, bahkan melampaui level permainan timnas Bulgaria.
Jennifer terlihat anggun dalam balutan kebaya hitam berhias bordir emas yang halus, dipadukan dengan kain batik sebagai bawahan.
Dony kembali mendapat kesempatan tampil saat menghadapi Bulgaria. Masuk dari bangku cadangan, kehadirannya membuat permainan tim menjadi lebih atraktif.
BEK Timnas Indonesia Jay Idzes menilai pelatih John Herdman membawa banyak pembaruan dalam permainan Skuad Garuda, meski tim masih perlu meningkatkan efektivitas serangan.
KEKALAHAN tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (31/3), tidak melunturkan optimisme punggawa timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk puji setinggi langit gaya main Dony Tri Pamungkas usai FIFA Series 2026. Bek Lille itu berharap bintang muda Persija tersebut berkarir di Eropa
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved