Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Hati-Hati Terpeleset lagi Arsenal

Suryopratomo
30/1/2026 05:15
Hati-Hati Terpeleset lagi Arsenal
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

SAAT wawancara dengan 'dua Yahya', Tantowi Yahya dan Helmy Yahya, saya katakan klub yang paling berpeluang memenangi Liga Primer musim ini ialah Arsenal. Mengapa? Karena Mikel Arteta mempunyai dua tim yang hampir sama kualitasnya sehingga sang pelatih mudah melakukan rotasi pemain.

Syarat agar the Gunners keluar dari kutukan 'spesialis runner-up' ialah harus fokus pada 15 pertandingan yang tersisa. Terutama saat menghadapi klub papan tengah dan bawah, tidak boleh mereka kehilangan poin. Inilah yang sering menjadi batu sandungan Arsenal. Mereka sering lengah di saat-saat terakhir kompetisi sehingga banyak kehilangan poin yang tidak perlu.

Seharusnya kali ini tidak lagi terjadi karena Arteta memiliki banyak pemain baru yang berkualitas. Di sisi lain, pemain-pemain bintang yang selama ini harus istirahat karena cedera sudah pulih dan siap untuk kembali bermain.

Selain Gabriel Jesus yang sudah kembali tampil dan menjadi penentu kemenangan, satu pemain lain yang siap diturunkan ialah penyerang asal Jerman, Kai Havertz. Pemain ini tidak hanya genius, tetapi juga bandel dan berani.

Salah satu yang menjadi kunci sukses Arsenal meraih nilai sempurna di babak pertama Liga Champions ialah Havertz. Ia langsung menyumbangkan satu gol saat mengandaskan klub asal Kazakstan, Kairat, 3-2, pada Rabu malam lalu.

Arsenal menjadi satu-satunya klub yang meraih angka sempurna di babak pertama Liga Champions. Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa di babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur, mereka akan mudah lolos ke 8 besar.

 

LIGA PRIMER 

Bagi pencinta the Gunners, target utama yang harus bisa dipenuhi Arteta ialah membawa Arsenal memenangi Liga Primer. Sudah lebih dua dekade mereka tidak pernah lagi bisa mengangkat piala setelah terakhir pada 2003/2004.

Kekalahan dari Manchester United pekan lalu di Stadion Emirates menjadi alarm bagi Arteta untuk lebih berhati-hati. Pressing football yang diterapkan para pemain 'Setan Merah' tidak hanya membuat para pemain Arsenal tidak bisa mengembangkan permainan, tetapi juga melakukan kesalahan tidak perlu.

Gol pertama Manchester United yang dicetak Bryan Mbeumo murni kesalahan gelandang bertahan Martin Zubimendi. Pemain asal Argentina yang selama ini menjadi jangkar kokoh bagi Arsenal itu bisa membuat back pass fatal ketika ditekan oleh Bruno Fernandes.

Trio gelandang Arsenal yang selama ini begitu solid, malam itu seperti kehilangan kohesi. Mereka sering kalah dalam perebutan bola dan terlambat untuk menutup pergerakan lawan.

Gol penentu kemenangan Manchester United yang dicetak Matheus Cunha disebabkan keterlambatan Declan Rice untuk menutup pergerakan ujung tombak asal Brasil itu. Akibatnya Cunha bisa bebas menendang bola dari luar kotak penalti dan mengarahkan bola ke kiri bawah gawang David Raya.

Macetnya aliran bola dari lapangan tengah membuat trio penyerang Arsenal kesulitan membuka peluang. Praktis hanya Bukayo Saka yang bermain lumayan, sementara Gabriel Jesus dan Leandro Trossard bermain di bawah standar.

Dua gol yang dicetak Arsenal tidak berasal dari set-piece serangan. Kedua gol the Gunners tercipta dari bola mati yang memang menjadi kekuatan tim asuhan Arteta dalam menjebol gawang lawan.

Kehadiran kembali Havertz menjadi modal berharga bagi Arteta. Ia bisa membenahi anak-anak asuhannya untuk lebih kreatif dalam membuka peluang dan memperkuat kemampuan guna mencetak gol melalui permainan.

Keseimbangan untuk mencetak gol dari bola mati dan melalui permainan akan membuka banyak peluang untuk mencetak gol. Sebab, pada akhirnya dalam sepak bola kemenangan ditentukan oleh tim mana yang lebih banyak mencetak gol.

 

LAWAN LEEDS

Inkonsistensi permainan itulah yang menjadi pekerjaan rumah Arteta sekarang. Sabtu malam besok perjalanan tidak bisa dikatakan mudah karena Martin Odegaard dan kawan-kawan harus bertandang ke Elland Road menghadapi Leeds United.

Leeds pun sebetulnya menghadapi inkonsistensi dalam penampilan. Namun, mereka sulit untuk dikalahkan terutama ketika tampil di kandang sendiri.

Tantangan terberat yang harus dihadapi the Gunners bukan hanya tekanan penonton, melainkan semangat para pemain tuan rumah untuk menghindari zona degradasi. Kalau para pemain Leeds bisa mengelola semangat dengan baik, ini akan memberikan tekanan mental kepada para pemain Arsenal.

Musuh terberat bagi tim unggulan ialah menghadapi tim yang bermain tanpa beban. Leeds sudah beberapa kali menunjukkan itu dengan menahan imbang klub besar seperti Liverpool dan Manchester United.

Partai lain yang menarik untuk ditunggu pekan ini ialah pertemuan antara Tottenham Hotspur dan Manchester City di kandang Tottenham Hotspur. Ini menjadi pertandingan yang penuh gengsi karena menjadi pertarungan kiblat sepak bola antara London dan Manchester.

Arsenal sangat berharap tetangganya bisa menghadang saingan terberat mereka dalam perebutan juara. Keunggulan empat poin dari 15 pertandingan yang tersisa, masih jauh dari zona aman.

Beruntung permainan the Citizens pun masih seperti roller-coaster yang cepat naik dan turun. Namun, kehadiran pemain asal Crystal Palace, Marc Guehi, di jantung pertahanan membuat pelatih Josep Guardiola lebih tenang dengan barisan pertahanan skuadnya.

Guehi pantas dipercaya menjadi pilar pertahanan Three Lions karena memang cermat membaca permainan lawan. Ia pun pandai mengambil posisi sehingga bisa cepat mengambil keputusan mengeblok serangan lawan.

Salah satu kunci kemenangan 2-0 City atas Wolverhampton Wanderers pekan lalu terletak pada kepiawaian Guehi. Pemain yang diincar banyak klub Inggris ini mampu membelokkan tendangan pemain Wolves di dalam kotak penalti sehingga menyelamatkan gawang Gianluigi Donnarumma.

Pelatih Spurs Thomas Frank berharap Minggu malam ini anak-anak asuhannya mampu menunjukkan permainan terbaik. Sebab, secara materi, tidak sepantasnya Spurs berada di papan bawah. Buktinya di ajang Liga Champions, mereka berada di peringkat empat terbaik. Kemenangan atas Manchester City akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk beranjak ke kelompok elite Liga Primer.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya