Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cara Carrick Merestorasi Setan Merah

Suryopratomo
23/1/2026 05:10
Cara Carrick Merestorasi Setan Merah
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola(MI/Seno)

BARU satu kali kemenangan yang dipersembahkan Michael Carrick. Namun, pelatih sementara Manchester United itu dianggap telah mengembalikan kebesaran ‘Setan Merah’. Kemenangan 2-0 atas Manchester City pekan lalu menjadi penegas bahwa 'Manchester itu Merah'.

Para pendukung ‘Setan Merah’ seperti mengalami ekstasi. Seakan-akan kemenangan itu membawa Manchester United ke tangga juara. Padahal masuk zona aman Liga Champions musim mendatang saja masih jauh.

Meski demikian, kemenangan atas the Citizens membangkitkan kembali harapan yang semakin surut. Penampilan yang utuh sebagai sebuah tim mampu disuntikkan Carrick kepada pemain-pemain asuhannya.

Penampilan ‘Setan Merah’ tiba-tiba penuh dengan gairah. Setiap pemain berani untuk bermain dan bergerak. Begitu kehilangan bola, mereka langsung menekan lawan sebagai sebuah unit.

Lisandro Martinez dan Harry Maguire tidak memberi sedikit pun ruang bagi ujung tombak Erling Haaland untuk berkembang. Pemain asal Norwegia itu dibuat mati kutu dan frustrasi sehingga harus ditarik keluar pelatih Josep Guardiola.

Dengan satu sentuhan, bola berpindah dari satu pemain ke pemain lain. Para pemain Manchester City dibuat seperti orang yang baru bermain sepak bola. Pergerakan bola yang begitu efektif membuat serangan ‘Setan Merah’ selalu membahayakan gawang Gianluigi Donnarumma.

Carrick membawa suasana baru dengan memberi keleluasaan kepada para pemain asuhannya untuk bermain dan menikmati pertandingan. Pola permainan tidak kaku seperti selalu didiktekan pelatih Ruben Amorim sebelumnya dengan strategi 3-4-3 tanpa peduli pola apa yang dimainkan tim lawan.

Hubungan pelatih dan pemain dibuat seperti sahabat. Lihat bagaimana Casemiro yang dengan penuh rasa gembira berlari dari bangku cadangan untuk naik ke punggung Carrick saat Mason Mount mencetak gol. Sayang gol indah itu dianulir wasit karena Matheus Cunha dianggap berdiri off-side.

 

KOMPAK

Suasana penuh kegembiraan membuat seluruh pemain mau memberikan kemampuan terbaik kepada tim. Apalagi Carrick menerapkan sikap yang adil kepada semua pemain untuk mempunyai kesempatan yang sama menjadi starter sepanjang mereka berada dalam penampilan yang terbaik.

'Anak emas' Kobbie Mainoo, yang selama ini hanya duduk di bangku cadangan, menunjukkan permainan terbaiknya ketika diberi kesempatan menjadi starter. Bersama Casemiro, gelandang muda itu mampu mengungguli trio gelandang Manchester City; Rodrigo Hernandez, Phil Foden, dan Bernando Silva.

Para pendukung ‘Setan Merah’ merasakan bahwa tim kesayangan mereka sudah kembali ke permainan terbaik. Kapten Bruno Fernandes pun kembali menjadi jenderal di lapangan. Bukan hanya umpan-umpan terukur yang membuat Bryan Mbeumo bisa mencetak gol pembuka, ia juga mampu menjebol gawang Donnarumma, meski dianulir wasit karena off-side.

Kepulangan lebih awal Mbeumo dan Ahmad Diallo dari Kejuaraan Piala Afrika menjadi berkah bagi ‘Setan Merah’. Keduanya tampil dengan semangat yang menggebu untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Manchester United.

Satu lagi yang membuat ‘Setan Merah’ begitu dominan ialah gelandang serang Patrick Dorgu. Pemain asal Denmark itu memiliki sprint yang luar biasa. Dorgu-lah yang membuat bek kanan the Citizens, Rico Lewis, kecolongan hingga tim asuhan Pep Guardiola pun harus menyerah 0-2.

Apabila Carrick bisa menjaga konsistensi penampilan anak-anak asuhnya, ‘Setan Merah’ akan menjadi ancaman bagi klub-klub yang lain. Termasuk bagi sang calon juara, Arsenal, yang akan dihadapi pada Minggu mendatang.

Dengan jeda satu minggu, tidak salah apabila Carrick mempertahankan tim yang sama saat bertandang ke Stadion Emirates. Prinsip 'never change a winning team' selalu diterapkan Sir Alex Ferguson saat membangun era keemasan Manchester United.

 

PERINGATAN UNTUK ARSENAL

Kebangkitan ‘Setan Merah’ menjadi potensi 'musibah' bagi the Gunners. Setidaknya tidak mudah bagi tim asuhan Mikel Arteta untuk meraih tiga angka dari Manchester United.

Memang, dengan prestasi sempurna di Liga Champions, Arsenal merupakan favorit kuat untuk memenangi Liga Primer musim ini. Namun, Martin Odegaard dan kawan-kawan harus menampilkan permainan terbaik untuk bisa menjinakkan ‘Setan Merah’ lusa nanti.

Dominasi Arsenal bertemu kebangkitan ‘Setan Merah’ akan menjadi tontonan yang menarik. Materi pemain yang melimpah dan berkualitas merata memudahkan Arteta untuk menyusun 11 pemain terbaik.

Eberechi Eze bisa bergantian dengan Odegaard menjadi dirigen permainan. Pemain kawakan Gabriel Jesus tidak kalah produktifnya jika dibandingkan dengan penyerang muda Viktor Gyokeres.

Arsenal semakin kokoh karena memiliki jangkar yang sangat solid, Martin Zubimendi. Gelandang bertahan asal Argentina itu membuat the Gunners mampu menjaga keseimbangan tim. Zubimendi mampu membuat pemain seperti Declan Rice dan juga Odegaard atau Eze bisa lebih berkonsentrasi membantu penyerangan.

Satu yang membuat Arteta bisa lebih percaya diri menghadapi pertandingan Minggu malam nanti ialah kebiasaan anak asuhnya bermain lebih all out saat menghadapi tim besar. Bagi para pemain Arsenal, ‘Setan Merah’ merupakan salah satu musuh besar mereka.

Kehadiran center-back Gabriel Mahalgaes pantas membuat Arteta lebih percaya diri. Setidaknya jantung pertahanan the Gunners tidak mudah untuk ditembus.

Yang perlu diwaspadai ialah wallpass satu-dua yang dilakukan tim tamu. Seperti ketika tampil menghadapi Manchester City, operan-operan pendek yang cepat ‘Setan Merah’ membuat palang pintu yang tinggi besar seperti Gabriel dan William Saliba berat untuk mematahkannya.

Kalau Casemiro dan Mainoo tampil sebagai duet yang kokoh untuk menjaga keseimbangan tim, itu akan menjadi pekerjaan berat bagi Odegaard maupun Eze untuk mengontrol pertandingan. Pertarungan di lapangan tengah akan menjadi kunci penentu siapa yang bisa memenangi persaingan tersebut.

Bagi Arsenal, pertandingan Minggu malam nanti tidak boleh sampai kalah. Sebab, itu akan memberi kesempatan kepada Manchester City untuk bangkit mengatasi ketertinggalan mereka. Apalagi jika ‘Setan Merah’ bisa menaklukkan Arsenal di Stadion Emirates. Bukan mustahil Manchester United akan semakin menggila di sisa pertandingan putaran kedua ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya