Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Crystal Palace vs Chelsea: Liam Rosenior Bawa Chelsea Kembali ke Empat Besar Usai Tekuk Crystal Palace 3-1

Thalatie K Yani
26/1/2026 03:58
Crystal Palace vs Chelsea: Liam Rosenior Bawa Chelsea Kembali ke Empat Besar Usai Tekuk Crystal Palace 3-1
Chelsea raih kemenangan beruntun di bawah asuhan pelatih baru Liam Rosenior. (Chelsea)

ERA baru Chelsea di bawah kendali Liam Rosenior dimulai dengan catatan impresif. Bertandang ke Selhurst Park, The Blues sukses membungkam Crystal Palace dengan skor 3-1. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan klub asal London Barat tersebut kembali ke posisi keempat klasemen sementara Liga Premier Inggris.

Tiga gol kemenangan Chelsea dicetak bintang muda Estevao Willian, Joao Pedro, dan Enzo Fernandez. Hasil ini menandai kemenangan liga berturut-turut bagi Rosenior sejak ditunjuk menggantikan Enzo Maresca yang hengkang bulan lalu akibat perselisihan dengan hierarki klub.

Menstabilkan Kapal yang Sempat Goyang

Kehadiran Rosenior memberikan napas baru bagi skuat termuda di Liga Premier Inggris ini. Sebelum kedatangannya, Chelsea hanya mampu memenangi satu dari sembilan laga liga terakhir. Namun, pelatih berusia 41 tahun yang didatangkan dari Strasbourg tersebut berhasil menstabilkan performa tim dengan cepat.

Menariknya, catatan Rosenior melampaui dua pendahulunya, Enzo Maresca dan Mauricio Pochettino, yang gagal memenangi dua laga liga pertama mereka. Pelatih terakhir yang mampu mencapai prestasi ini adalah Graham Potter. Meski demikian, Rosenior tetap membumi dan memilih fokus pada jadwal padat di depan mata.

"Saya tidak memikirkan soal perasaan lega atau bagaimana perasaan saya sekarang. Saya hanya fokus pada pekerjaan ini. Itu sangat, sangat penting. Kami punya pertandingan besar lainnya pada hari Rabu," ujar Rosenior usai laga.

Sentuhan Taktis dan Fleksibilitas

Tanpa merombak total gaya permainan berbasis penguasaan bola warisan Maresca, Rosenior mulai menyuntikkan fleksibilitas taktis. Saat menghadapi formasi 3-4-3 unik milik Oliver Glasner di Palace, Rosenior menyesuaikan skema timnya menjadi bentuk yang ia sebut sebagai "semi-empat atau semi-lima" di lini belakang dengan Andrey Santos sebagai poros.

"Bagi mereka, untuk menunjukkan performa taktis seperti itu hanya dalam dua hari persiapan membuat saya sangat senang. Hampir 95% pressing dan posisi mereka benar-benar sempurna. Mereka terlibat dan percaya pada apa yang mereka lakukan," jelas Rosenior.

Selain taktik, Rosenior juga fokus memperbaiki mentalitas tim dengan mendorong para pemain untuk tampil lebih agresif dan meningkatkan disiplin skuat. Meski begitu, pekerjaan rumah besar masih menanti, terutama di lini pertahanan. Kelima gol yang bersarang di gawang Chelsea sejak ia menjabat semuanya berasal dari situasi bola mati.

Hubungan dengan Suporter dan Tekanan Manajemen

Kemenangan ini sedikit meredakan tensi di kalangan suporter. Usai laga, Rosenior terlihat emosional saat para pendukung tim tamu menyanyikan namanya. Ia membalasnya dengan meletakkan tangan di dada sebagai bentuk apresiasi.

"Saya harap begitu (mulai memenangi hati fans). Saya sangat senang berada di sini. Ini klub fantastis dengan pendukung yang luar biasa. Saya harus membuktikan itu, tidak hanya saya, tapi staf dan pemain melalui performa kami," ungkap pelatih kelahiran London tersebut.

Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai. Manajemen Chelsea tetap memasang standar tinggi, yakni kelolosan ke Liga Champions musim depan. Dengan jadwal berat melawan juara Italia, Napoli, di kompetisi Eropa tengah pekan nanti, konsistensi Rosenior akan benar-benar diuji untuk membuktikan bahwa kebangkitan ini bukanlah sekadar periode bulan madu. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya