Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SIMONE Inzaghi menempatkan diri di jajaran pelatih elite dunia usai meraih scudetto dengan membawa Inter Milan mengalahkan AC Milan di laga derby Milano, Selasa (23/4).
Raihan scudetto bersama Inter Milan merupakan gelar tertinggi Inzaghi setelah dia meraih gelar Serie A itu kala masih menjadi pemain Lazio, 24 tahun lalu.
Sebagai pemain, pelatih berusia 48 tahun itu kalah bersinar dari kakaknya, Filipo, yang merupakan pencetak gol handal bersama AC Milan dan Juventus sehingga membuahkan dua gelar Liga Champions dan satu gelar Piala Dunia.
Baca juga : Simone Inzaghi Sanjung Semua Pemain Inter setelah Menang 2-1 atas Genoa
Simone Inzaghi, yang juga berposisi sebagai striker, memainkan mayoritas kariernya di Lazio, tempat dia dicintai para pendukung meski jarang mencetak gol dan hanya mempersembahkan satu gelar Serie A.
Namun, di level manajer, Simone jauh lebih bersinar. Dia menukangi klub-klub kuat Eropa sementara Filippo kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Simone Inzaghi pun menuai pujian, salah satunya dari Pep Guardiola ketika Inter Milan mencapai final Liga Champions sebelum dikalahkan Manchester City.
Baca juga : Inter Milan Hancurkan Atalanta 4 Gol tanpa Balas
Sebelum musim ini, Inzaghi dipandang sebagai spesialis turnamen setelah dia memenangkan tiga Coppa Italia dan lima Super Coppa Italia sejak memulai karier manajerialnya di Lazio pada 2016.
Namun, kini, dia berhasil membawa Inter Milan meraih gelar Serie A ke-20 mereka dengan mengalahkan AC Milan. Hal itu berarti Nerazzurri berhak menambahkan satu bintang di jersey mereka.
Inzaghi juga merupakan satu dari lima manajer setelah Helenio Herrera, Roberto Mancini, Giovanni Trapattoni, dan Arpad Weisz yang sukses meraih lebih dari 100 kemenangan bersama Inter Milan.
Baca juga : Inter Milan Bantai Lecce, Lautaro Martinez Tampil Gemilang
Inzaghi memulai karier kepelatihannya di Lazio, delapan tahun lalu, mulai dari level junior dan langsung membawa pengaruh besar dengan membawa klub asal Kota Roma itu ke level Eropa sebelum kalah di final Coppa Italia dari Juventus.
Lazio lebih banyak berada di bawah bayang-bayang rival sekota mereka AS Roma dan memiliki anggaran yang jauh lebih kecil dari klub raksasa Serie A seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.
Gelar Coppa Italia 2019 dan dua Super Coppa Italia serta tiket ke Liga Champions pada 2020 bersama Lazio membuat Inter Milan memboyong Inzaghi untuk menggantikan Antonio Conte yang hengkang.
Baca juga : Inter Menang dalam Pertarungan Gelar Serie A melawan Juventus, Unggul Empat Poin
Inzaghi bergabung dengan Inter Milan, 3 tahun lalu, saat klub itu dilanda krisis pascakepergian Conte serta penjualan Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi, dua pemain yang membawa Nerazzurri menjadi scudetto.
Namun, karena terbiasa dengan anggaran minim di Lazio, Inzaghi berhasil mendapatkan pengganti murah untuk para bintang Inter Milan yang hengkang ketimbang mengeluh.
Hal itu dibuktikan Inzaghi setelah Inter Milan ditinggal banyak pemain mereka di awal musim.
Pada musim ini, Inter Milan bahkan kesulitan mencari penjaga gawang setelah menjual Andre Onana ke Manchester United seharga 57 juta euro.
Inzaghi mendatangkan Yann Sommer, kiper cadangan Bayern Muenchen dengan harga murah. Dia juga mendatangkan Benjamin Pavard di hari terakhir bursa transfer dan langsung menjadi andalan lini belakang Inter Milan.
Adapun Marcus Thuram, yang didatangkan secara gratis, sukses menjadi duet Lautaro Martinez, menutup lubang yang ditinggalkan Edin Dzeko dan Lukaku.
Kemampuan Inzaghi untuk beradaptasi dan mendapatkan yang terbaik dari para pemainnya menjadi ciri khasnya selama berada di Inter Milan. Nerazzurri pun dibawanya meraih scudetto. (AFP/Z-1)
Bagi Gian Piero Gasperini, performa Donyell Malen bukan sekadar soal angka di papan skor, melainkan jawaban atas kebuntuan lini depan AS Roma yang sempat ia keluhkan sebelumnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, AS Roma kini menyamai perolehan poin Juventus di peringkat keempat klasemen Serie A, membuka peluang lebar untuk bersaing di zona Liga Champions.
Tambahan tiga poin dari laga melawan Cremonese ini membuat Atalanta tetap kokoh di papan tengah Serie A menuju zona Eropa, tepatnya di peringkat ketujuh.
Luciano Spalletti puji mentalitas Juventus saat bangkit dari ketertinggalan melawan Lazio.
Pelatih Lazio Maurizio Sarri angkat bicara soal drama hasil imbang melawan Juventus, tentang kegagalan mengunci kemenangan hingga konflik fans.
JUVENTUS harus puas bertengger di peringkat empat klasemen Liga Italia setelah melalui laga Juventus vs Lazio dengan hasil imbang 2-2 di pekan ke-24 Liga Italia Serie A 2025/26
Inter Milan tampil perkasa dengan melibas 10 pemain Sassuolo. Lautaro Martinez menyamai rekor legenda klub, sementara Federico Dimarco cetak hat-trick assist.
Pada menit ke-49 laga kontra Sassuolo, sebuah suar dilemparkan dari tribun penonton Inter Milan ke arah lapangan dan meledak tepat di dekat Emil Audero.
INTER Milan memastikan tiket semifinal Coppa Italia setelah menang 2-1 dalam laga Inter vs Torino, dengan kontribusi pemain muda menjadi kunci di tengah
Kemenangan atas Torino ini menjaga harapan Inter Milan untuk meraih gelar Coppa Italia ke-10 mereka.
Simak preview lengkap perempat final Coppa Italia 2026 antara Inter Milan vs Torino. Analisis taktik, prediksi pemain, dan detail lokasi pertandingan.
CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengecam keras aksi pelemparan flare oleh suporter Nerazzurri yang mengenai kiper lawan sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved