Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
MAURICIO Pochettino mengingatkan pendukung Chelsea agar tidak menilainya berdasarkan jumlah trofi yang dimenangkannya di musim pertamanya bersama the Blues.
Pochettino dikecam pendukung Chelsea karena buruknya penampilan the Blues di musim pertamanya di klub Liga Primer Inggris itu.
Chelsea, saat ini, terpuruk di peringkat 10 klasemen Liga Primer Inggris, tertinggal 25 poin dari pemuncak klasemen Liverpool, yang akan mereka hadapi di laga final Piala Liga di Stadion Wembley, Minggu (25/2).
Baca juga : Mauricio Pochettino Mantapkan Diri di Tengah Krisis Chelsea
Pochettino berharap bisa mempersembahkan gelar pertama bagi Chelsea sejak klub itu dibeli Todd Boehly dan Roman Abramovich pada Mei 2022.
Pelatih asal Argentina itu juga bertekad memenangkan gelar pertamanya di Inggris sejak dia menjadi runner-up Piala Liga pada 2015 kala menukangi Tottenham Hotspur.
Meski begitu, Pochettino bersikeras trofi bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur kesuksesan besama Chelsea, yang telah menggelontorkan dana sebesar 1 miliar pound sterling untuk belanja pemain di era Boehly.
Baca juga : Pochettino Akui Skuat Chelsea Minim Pengalaman
Mengacu pada keberhasilan Juergen Klopp yang telah mempersembahkan enam gelar selama sembilan musim di Liverpool, Pochettino mengatakan, "Klopp adalah pelatih bagus sebelum dia tiba di Liverpool. Namun, dia menjalani tiga atau empat musim tanpa gelar. Kini, dia telah memenangkan Liga Champions dan Liga Primer Inggris."
"Saya tidak pernah menilai pelatih berdasarkan trofi yang dia menangkan. Yang terpenting adalah tampil kompetitif dan menang."
"Jika Anda memiliki pemain bagus, Anda seharusnya bisa menang. Yang terpenting adalaj berada di klub yang tepat, yang mempercayai Anda, dan memberikan Anda peralatan yang Anda butuhkan untuk menang."
Baca juga : Klopp Mengaku Waspadai Kebangkitan Chelsea
"Sejumlah pendukung mungkin memandang Anda kurang bagus karena tidak meraih gelar, bagi saya, tidak begitu," lanjutnya.
Setelah serangkaian hasil buruk, Chelsea bangkit dengan menang dua kali dengan skor 3-1 atas Aston Villa dan Crystal Palace sebelum bermain imbang 1-1 melawan Manchester City.
Sebelumnya, the Blues dicemooh pendukung sendiri karena kalah 4-2 dari Wolverhampton Wanderers di Stamford Bridge, beberapa hari setelah dipermalukan Liverpool 4-1 di Anfield. (AFP/Z-1)
Chelsea menjamu PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. Mampukah The Blues mengejar defisit 3 gol setelah kalah 5-2 di Paris? Cek prediksinya.
Insiden tersebut terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua saat Chelsea sedang tertinggal 2-4 dan berupaya mengejar defisit gol dari PSG di laga leg pertama 16 besar Liga Champions.
Kehilangan Reece James menjadi pukulan telak bagi Chelsea, mengingat perannya yang vital di lini pertahanan sekaligus sebagai pemimpin di lapangan.
Secara matematis, PSG berada di atas angin; mereka tetap bisa lolos ke fase berikutnya meskipun menelan kekalahan, asalkan margin skor tidak lebih dari dua gol.
Chelsea sebenarnya mampu memberikan perlawanan selama sekitar 75 menit pada pertemuan pertama. Namun sejumlah kesalahan fatal membuat mereka harus menelan kekalahan telak.
Liam Rosenior ungkap alasan kekalahan Chelsea dari Newcastle akibat krisis pemain sayap. Jamie Gittens alami cedera hamstring susulan menjelang laga.
Manchester United dan Bayern Muenchen dikabarkan bersaing ketat mendapatkan bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson, dengan nilai transfer fantastis.
Cassemiro, sebelumnya, telah mengumumkan pada Januari lalu bahwa ia akan meninggalkan Old Trafford saat kontraknya yang bernilai £350.000 per minggu berakhir.
Brentford gagal menang lawan Wolves di Gtech Community Stadium meski sempat unggul 2-0. Gol Kayode dan Thiago dibalas Armstrong serta Arokodare.
Pertandingan melawan Wolverhampton Wanderers menjadi ujian konsistensi bagi Brentford yang sedang mengejar mimpi Eropa.
Di tengah gelombang dukungan yang memintanya menjadi manajer tetap Manchester United, Michael Carrick justru menunjukkan sikap tenang dan menjaga jarak dari spekulasi media.
Hasil imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Anfield pada Minggu (15/3) menjadi tamparan keras bagi Liverpool yang terus menunjukkan tren negatif di pengujung laga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved