Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
IVAR Jenner mengaku sangat senang mencetak gol pertamanya untuk Indonesia di laga pamungkas Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2024 ketika timnas Indonesia U-23 mengalahkan timnas Turkmenistan U-23 dengan skor 2-0 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/9).
Ivar mencetak gol pada menit ke-40 melalui tendangan jarak jauh yang deflected atau mengenai pemain lawan sehingga bola berubah arah.
Torehan golnya ini meneruskan performa apiknya seperti pada laga perdana saat menang 9-0 melawan China Taipei, Sabtu (9/9). Saat itu, Ivar mencatatkan 2 assists untuk gol Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinan.
Baca juga: Shin Tae Yong Optimistis Indonesia Bisa Bersaing di Piala Asia U-23
Gol yang dicetak pemain 19 tahun itu begitu vital. Pasalnya, pada menit-menit sebelumnya, Indonesia cukup kesulitan menembus pertahanan Turkmenistan asuhan pelatih Agamyradov Ahmet tersebut.
"Saya rasa ini pertandingan yang sangat bagus dan saya sangat senang bisa mencetak gol untuk membuat skor jadi 1-0," kata Ivar ketika mengikuti jumpa pers seusai laga di Stadion Manahan, Selasa (12/9).
Ivar menilai, timnya bermain bagus selama 90 menit melawan Turkmenistan, tim yang ia nilai lebih kuat dari lawan pertama Garuda Muda saat menang 9-0, China Taipei.
Baca juga: Pembinaan Garuda Muda Buahkan Hasil
Kemenangan ini membuat Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia U-23 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah sejak turnamen ini digelar pertama kali di Oman pada 2013.
Indonesia lolos ke putaran final sebagai juara Grup K dengan 6 poin, hasil dua kali kemenangan dari dua laga.
"Saya pikir Turkmenistan lawan yang lebih bagus dibanding Chinese Taipei. Kami menunjukkan permainan yang bagus, jadi sangat senang bisa lolos ke Piala Asia," kata pemain kelahiran 10 Januari 2004 tersebut.
Di laga melawan Turkmenistan, Ivar bermain sebagai gelandang tengah bersama dua pemain lainnya yaitu Marselino Ferdinan dan Arkhan Fikri.
Disinggung soal penilaiannya bermain dengan dua pemain itu, Ivar sama-sama memuji kedua pemain tersebut.
Terkhusus untuk Arkhan Fikri, yang pada dua laga timnas bermain sejak menit awal, ia berpendapat pesepak bola 18 tahun itu dapat mengikuti karier pesepak bola Indonesia untuk menimba ilmu di klub luar negeri seperti halnya dirinya, Pratama Arhan (Tokyo Verdy), dan Marselino (KMSK Deinze).
"Jadi, jika dia ingin meningkatkannya (permainan) lagi, mungkin di masa depan dia bisa bermain di Eropa seperti Marselino. Lihat saja nanti,' kata Ivar. (Ant/Z-1)
BEK Timnas Indonesia Jay Idzes menilai pelatih John Herdman membawa banyak pembaruan dalam permainan Skuad Garuda, meski tim masih perlu meningkatkan efektivitas serangan.
KEKALAHAN tipis 0-1 dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (31/3), tidak melunturkan optimisme punggawa timnas Indonesia, Calvin Verdonk.
Calvin Verdonk puji setinggi langit gaya main Dony Tri Pamungkas usai FIFA Series 2026. Bek Lille itu berharap bintang muda Persija tersebut berkarir di Eropa
Meski Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1, masuknya Dony dan Beckham di babak kedua dinilai membawa dampak signifikan pada permainan.
Jay Idzes menilai performa tim di bawah asuhan Herdman menunjukkan progres positif, meski masih ada ruang untuk evaluasi.
Menurut Justin Hubner, pelatih timnas Indonesia john Herdman memiliki pendekatan yang berbeda dalam memotivasi pemain.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
John Herdman akan menjadi pelatih kepala timnas Indonesia dengan tanggung jawab ganda. Tak hanya membesut tim senior, pelatih berkebangsaan Inggris itu juga akan menangani tim U-23.
Timnas U-23 Indonesia kalah 0-3 dari Mali dalam laga uji coba. Pelatih Indra Sjafri menilai performa tim tidak sepenuhnya buruk dan menjelaskan faktor penyebab kekalahan.
PELATIH Timnas U 23, Indra Sjafri, memastikan pemusatan latihan (TC) tahap kedua akan menjadi momentum penting untuk menentukan 23 pemain yang dibawa ke SEA Games 2025.
Sebelumnya, tim asuhan Indra Sjafri telah menjalani dua laga uji coba melawan India U-23.
Dua penyerang utama Timnas U-23 Indonesia, Jens Raven dan Hokky Caraka, tidak dapat mencetak gol, dan meneruskan paceklik gol mereka dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, September lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved