Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Cahya Supriadi Dipanggil Timnas Indonesia, PSIM Yogyakarta Bangga

Basuki Eka Purnama
11/3/2026 10:10
Cahya Supriadi Dipanggil Timnas Indonesia, PSIM Yogyakarta Bangga
Penjaga gawang PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi(Instagram @cahya50supriadiii)

KEMBALINYA PSIM Yogyakarta ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia langsung membuahkan apresiasi di level nasional. Penjaga gawang andalan Laskar Mataram, Cahya Supriadi, resmi dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 30 Maret mendatang.

Cahya menjadi bagian dari 41 pemain dalam skuad sementara (provisional squad) pilihan pelatih anyar, John Herdman. Pemanggilan ini menjadi sinyal positif bagi PSIM yang baru saja merintis kembali kejayaannya di kompetisi teratas tanah air.

Manajer PSIM Yogyakarta, Razzi Taruna, menyambut hangat kabar tersebut. Menurutnya, keberadaan nama Cahya dalam radar pelatih sekelas John Herdman merupakan bentuk pengakuan konkret terhadap kualitas pemain PSIM.

“Penting untuk dipahami bahwa status Cahya saat ini masuk dalam provisional squad. Ini adalah skuad awal yang didaftarkan PSSI sebelum pemilihan skuad akhir. Kami mengapresiasi proses ini dan sangat bangga identitas PSIM bisa muncul di level nasional setelah sekian lama kita berjuang hingga kembali ke kasta tertinggi,” ujar Razzi dikutip dari laman resmi klub, Selasa (10/3).

Persaingan Ketat di Sektor Gawang

Meski masuk dalam daftar panggil, langkah Cahya menuju skuad final dipastikan tidak mudah. 

Kiper berusia 23 tahun tersebut harus bersaing dengan empat nama besar lainnya untuk memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang Garuda.

Daftar pesaing Cahya meliputi kiper berpengalaman seperti Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya). 

Mengingat format pertandingan internasional biasanya hanya menyertakan tiga kiper dalam skuad akhir, Cahya dituntut menunjukkan performa maksimal dalam sesi latihan sebelum Indonesia menghadapi Santo Kitts dan Nevis (27 Maret) serta Bulgaria atau Kepulauan Solomon (30 Maret) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Konsistensi Bersama Laskar Mataram

Pemanggilan Cahya bukanlah sebuah kebetulan. Sepanjang musim ini, ia tampil solid menjaga gawang PSIM dengan catatan delapan kali tak kebobolan (clean sheet) dari 22 pertandingan yang dilakoninya. 

Rekam jejaknya di timnas Indonesia kelompok umur pun cukup mentereng dengan koleksi 21 caps mulai dari U-19 hingga U-23, serta telah mengantongi tiga penampilan di level senior.

Razzi Taruna berharap pemanggilan ini tidak membuat sang pemain cepat puas. Ia menekankan pentingnya menjaga mentalitas dan kemauan untuk terus berkembang di level internasional.

“Harapan saya Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar. Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior,” pungkas Razzi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya