Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Timnas U-23, Indra Sjafri, memastikan pemusatan latihan (TC) tahap kedua akan menjadi momentum penting untuk menentukan 23 pemain yang dibawa ke SEA Games 2025.
Dua uji coba kontra Mali pada Sabtu (15/11) dan Selasa (18/11), yang sama-sama berlangsung pukul 20.00 WIB, disiapkan sebagai tahapan akhir proses seleksi.
Indra menyebut seluruh pemain sudah berkumpul sejak 9 November. “Tim ini dipersiapkan untuk SEA Games 2025 dan kita memanggil 30 pemain. Dari 30 pemain itu hampir semua sudah melaksanakan beberapa item test yang kita butuhkan untuk menvalidasi pemain-pemain dari 30 ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, PSSI masih menunggu kepastian beberapa pemain abroad terkait regulasi pemanggilan. “Di antaranya ada Marcelino Ferdinan, dan Adrian Wibowo, ada Tim Geypens, dan juga ada beberapa pemain lain,” kata Indra.
Uji coba melawan Mali dipilih karena tingkat kesulitannya dinilai lebih tinggi dibanding lawan-lawan di kawasan ASEAN.
“Kami menganggap ini adalah pertandingan uji-coba yang mungkin levelnya sedikit lebih berat. Dan kami memang menginginkan itu bagaimana respon-respon para pemain,” ujarnya.
Pertandingan ini akan menjadi tolok ukur akhir sebelum daftar pemain dipersempit. “Besok pertandingan lawan Mali 2 kali 45 menit akan kita jadikan wadah untuk memvalidasi siapa pemain-pemain, dari 30 ini supaya nanti pasti ada yang berkualitas yang kita dapatkan,” tutur Indra.
Kapten dalam uji coba, Kadek Arel Priyatna, menegaskan seluruh pemain siap bersaing untuk masuk skuad final. “Kita sudah berkumpul kurang lebih dengan 30 pemain dengan kualitas yang sangat sama, kita sangat terpacu untuk bisa masuk ke squad final SEA Games,” ujarnya.
Ia menilai Mali memberikan tantangan tersendiri. “Pada saat Mali melakukan counter-attack kita harus selalu siap,” kata Kadek.
Ketatnya Persaingan Termasuk dari Pemain Abroad
Indra menjelaskan bahwa kehadiran pemain abroad membuat kompetisi internal semakin ketat. “Sekarang aja kita hadir ada Mauro, ada Iqbal, ada Dion, tentu akan ada lagi tambahan-tambahan itu,” katanya.
Namun ia menegaskan hanya pemain yang benar-benar siap tampil yang akan dipilih. “Kami butuh performance bukan potensial,” tegasnya.
Berbagai pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi pemain. “Kita juga melakukan psikotes konteks, kita melakukan MCU, kita nggak mau pemain dari 30 menjadi 23, ada yang nanti setelah dibeli nggak siap,” ujar Indra.
Soal peta kekuatan tim-tim Asia Tenggara, Indra menegaskan prioritas utamanya adalah konsistensi dan kualitas tim sendiri. “Saya jauh lebih memikirkan tim sendiri dari memeta-metakan lawan,” katanya.
Ia menilai Mali memiliki fleksibilitas permainan berdasarkan rekaman pertandingan. “Tim ini secara taktikal sangat baik… tentu kami juga akan merespon dengan tim taktikal yang realistis,” ujarnya.
Indra memastikan tidak ada rotasi besar seperti pada uji coba melawan India. “Kita tidak akan banyak lagi pergantian pemain seperti dalam India, kita betul-betul memberikan pengalaman kepada pemain-pemain yang benar-benar akan kita bawa nanti ke SEA Games,” tegas Indra.
Ia berharap pertandingan melawan Mali memberi pengalaman tambahan dalam tekanan level tinggi. “Kita ingin belajar menelusurkan hal-hal yang mungkin pemain selama ini tidak dapat,” katanya. (Ndf/M-3)
Indonesia harus puas berbagi poin usai bermain imbang tanpa gol melawan timnas Laos setelah tak mampu mencetak satu gol pun dari total 25 tembakan di laga kualifikasi Piala Asia U-23.
Di kualifikasi Piala Asia U-23, timnas Indonesia yang bermain sebagai tuan rumah, tergabung di Grup J bersama Korea Selatan, Makau, dan Laos.
Raven, yang sebelumnya memperkuat Dordrecht U-21 di Belanda, kini akan melanjutkan kariernya di kompetisi Super League Indonesia musim depan.
Timnas Indonesia lolos ke semifinal Piala ASEAN U-23 sebagai juara Grup A usai menahan imbang timnas Malaysia di laga pamungkas.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Selain Indonesia, negara lain yang menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved