Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIK Napoli Aurelio De Laurentiis menyatakan klubnya tidak akan merekrut pemain asal Afrika, kecuali yang bersangkutan bersedia absen membela negaranya di kompetisi Piala Afrika.
Musim lalu, Napoli harus kehilangan bek Senegal Kalidou Koulibaly --yang kini hijrah ke Chelsea-- dan gelandang Kamerun Andre-Frank Zambo Anguissa selama beberapa pertandingan karena keduanya bertugas di Piala Afrika, Januari-Februari lalu.
"Atau mereka menandatangani klausul melepas hak tampil di turnamen Piala Afrika ataupun antara AFCON dan kejuaraan di Amerika Selatan. Saya nyaris tidak memiliki mereka untuk dimainkan," keluh De Laurentiis dalam sebuah unjuk bincang Wall Street Italia, dikutip Kamis (4/8).
Baca juga : Osimhen Tegaskan Tekad Raih Gelar Piala Afrika Bersama Timnas Nigeria
De Laurentiis mengkritik fakta bahwa klub-klub dipaksa menyetujui penambahan jadwal, termasuk turnamen di antara lima negara top Eropa ketimbang Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi UEFA.
"Dunia sepak bola tidak bisa mencapai swakelola karena kami harus melakukan teater boneka untuk yang lain. Jika bisa memainkan 100 pertandingan, itu akan jadi akhir bahagia bagi kebanyakan orang dan kami klub-klub seperti orang bodoh menyetujuinya begitu saja," katanya.
Pengusaha perfilman Italia itu juga menegaskan dirinya tidak mendukung wacana Liga Super Eropa, yang bubar hanya 48 jam setelah diumumkan tahun lalu.
Baca juga : Pecat Garcia, Napoli Pulangkan Mazzarri
"Anda tidak bisa menciptakan liga super berisikan anggota-anggota penuh privilege dan mengundang yang lain. Anda harus secara konsisten dan demokratis membuka pintu bagi yang lain," tegas De Laurentiis.
Di sisi lain, pengusaha berusia 73 tahun itu mengungkapkan dirinya lelah terus menerus menolak tawaran investasi untuk Napoli, salah satunya senilai 900 juta euro dari investor Amerika Serikat (AS), yang ditolaknya empat hingga lima tahun lalu.
"Kalian (para pembeli) tidak memahami satu hal pun (tentang saya). Saya entrepreneur sejati yang menikmati berbisnis. Biarkan saya ambil bagian," katanya.
"Saya ingin jadi pemain ke-12 di lapangan. Walaupun seharusnya pemain ke-12 adalah suporter, saya tidak keberatan jadi pemain ke-13 atau ke-14, mengingat 14 adalah nomor favorit saya," lanjut De Laurentiis. (Ant/OL-1)
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Como berhasil menembus semifinal Coppa Italia.
Preview Napoli vs Como perempat final Coppa Italia 2026. Prediksi skor, susunan pemain, dan analisis taktik Conte vs Fabregas.
Napoli kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 di Serie A. Antonio Vergara cetak gol perdana, namun Napoli harus kehilangan Di Lorenzo.
Preview big match Serie A 2025/26 antara Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona. Analisis taktik Antonio Conte vs Palladino dan prediksi skor.
Dua gol dari Joao Pedro di babak kedua memastikan kemenangan Chelsea, sekaligus mengakhiri perjalanan Napoli di kompetisi Eropa musim ini.
Menurut Rosenior, tingginya level persaingan membuat tidak ada laga yang bisa dianggap mudah, baik di Liga Champions, Serie A, maupun Premier League.
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola.
Intip bonus luar biasa pemain Timnas Senegal usai juara Piala Afrika 2025. Dari uang tunai Rp2,2 miliar hingga lahan 1.500 meter di kawasan prestisius.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved