Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Skandal Besar Piala Afrika 2025: Senegal Gugat CAF ke CAS Usai Gelar Juara Dicabut

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 11:09
Skandal Besar Piala Afrika 2025: Senegal Gugat CAF ke CAS Usai Gelar Juara Dicabut
Timnas Senegal(AFP/SEBASTIEN BOZON)

DUNIA sepak bola Afrika diguncang skandal hebat. Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Langkah ekstrem ini diambil setelah CAF secara kontroversial mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 dari tangan Senegal dan menyerahkannya kepada Maroko.

Drama bermula pada final Januari lalu di Rabat. Senegal sebenarnya berhasil mengalahkan tuan rumah Maroko 1-0 melalui gol Pape Gueye di babak perpanjangan waktu. Namun, pada Selasa (17/3) malam, CAF menganulir hasil tersebut. Senegal dinyatakan kalah WO (walk out) dengan skor 3-0 untuk kemenangan Maroko.

Alasan CAF? Para pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan selama 17 menit sebagai bentuk protes saat wasit memberikan penalti untuk Maroko di masa stoppage time. Meski akhirnya kembali bertanding dan memenangkan laga, CAF menilai aksi mogok tersebut adalah pelanggaran regulasi yang menggugurkan hak juara mereka.

Tudingan Intervensi Politik dan Korupsi

Pemerintah Senegal meradang. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut keputusan CAF sebagai "keputusan yang sangat ilegal dan sangat tidak adil" serta didasarkan pada interpretasi aturan yang keliru. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) bahkan mencium aroma pesanan di balik keputusan ini.

Sekretaris Jenderal FSF, Abdoulaye Seydou Sow, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Kami merasa juri di sana bukan untuk menegakkan hukum, tapi untuk menjalankan perintah. Kami akan berjuang hingga akhir di CAS," tegasnya kepada stasiun TV lokal, RTS 1.

Catatan Redaksi: Keputusan CAF ini memicu perdebatan luas mengenai integritas sepak bola Afrika, mengingat posisi Presiden Federasi Maroko yang juga menjabat sebagai petinggi di CAF.

Detail Insiden Final Piala Afrika 2025

Aspek Detail Kejadian
Skor Akhir di Lapangan Senegal 1 - 0 Maroko (AET)
Keputusan Meja Hijau Maroko menang 3-0 (Senegal dianggap WO)
Pemicu Protes Penalti menit ke-98 untuk Maroko via VAR
Durasi Mogok 17 Menit (Pemain Senegal keluar lapangan)
Wasit Pertandingan Jean Jacques Ndala

Kritik dari Pakar Hukum FIFA

Mantan Kepala Disiplin CAF yang juga anggota komite disiplin FIFA, Raymond Hack, mempertanyakan langkah CAF. Ia menilai bahwa karena wasit mengizinkan pertandingan berlanjut hingga selesai, maka hasil pertandingan seharusnya tetap sah secara teknis.

"Hanya wasit yang bisa mengakhiri pertandingan, bukan otoritas atau badan pengatur. Jika tidak, dunia akan menghadapi situasi di mana setiap kali seseorang tidak setuju dengan keputusan wasit, mereka akan mengajukan banding atau membawanya ke pengadilan," ujar Hack kepada BBC.

Kini, publik sepak bola dunia menanti putusan dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Jika gugatan Senegal dikabulkan, CAF akan menghadapi krisis kredibilitas terbesar dalam sejarah sepak bola modern Afrika. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya