Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Senegal Tolak Pencabutan Gelar Piala Afrika, Bakal Ajukan Banding

Dhika Kusuma Winata
18/3/2026 14:26
Senegal Tolak Pencabutan Gelar Piala Afrika, Bakal Ajukan Banding
Timnas Senegal melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Afrika.(AFP/SEBASTIEN BOZON)

FEDERASI sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF). Keputusan tersebut dinilai tidak adil dan merugikan sepak bola Senegal.

Dalam pernyataan resminya, federasi mengecam keras putusan CAF yang kemudian menetapkan Maroko sebagai juara. Senegal kini memiliki waktu hingga 10 hari untuk mengajukan banding ke CAS.

“Kami mengutuk keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak dapat diterima ini. Untuk membela hak dan kepentingan sepak bola Senegal, kami akan segera mengajukan banding ke CAS di Lausanne,” demikian pernyataan resmi federasi Senegal.

Kontroversi bermula dari final yang digelar di Rabat pada Januari lalu. Sejumlah pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes setelah tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti di masa tambahan waktu babak kedua. Aksi itu membuat pertandingan terhenti cukup lama sebelum akhirnya dilanjutkan.

Meski penalti tersebut gagal dikonversi oleh Maroko, Senegal justru mencetak gol kemenangan melalui Pape Gueye di babak tambahan waktu dan sempat dinyatakan sebagai juara dengan skor 1-0.

Namun, CAF kemudian mengabulkan gugatan Maroko dan menyatakan Senegal kalah karena dianggap melanggar regulasi kompetisi. Berdasarkan aturan, tim yang menolak melanjutkan pertandingan atau meninggalkan lapangan tanpa izin wasit dinyatakan kalah dengan skor 0-3.

Sementara itu, federasi sepak bola Maroko menegaskan gugatan yang diajukan bukan untuk mempersoalkan hasil di lapangan melainkan demi memastikan aturan kompetisi ditegakkan. Mereka juga menekankan pentingnya kepastian hukum dan stabilitas dalam turnamen sepak bola Afrika.

Final Piala Afrika lalu memang diwarnai kekacauan. Selain aksi protes pemain, sejumlah suporter Senegal sempat mencoba masuk ke lapangan. Penundaan panjang juga disebut memengaruhi eksekusi penalti Maroko yang akhirnya gagal.

Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya turut mengecam insiden tersebut. Ia menilai tindakan meninggalkan lapangan tidak bisa dibenarkan.

CAF sebelumnya telah menjatuhkan sanksi disiplin kepada kedua federasi, termasuk denda ratusan ribu euro akibat pelanggaran fair play.

(AFP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik