Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Drama Final Piala Afrika 2025 Berujung Sanksi Berat: Pape Thiaw Diskors 5 Laga

Basuki Eka Purnama
30/1/2026 12:55
Drama Final Piala Afrika 2025 Berujung Sanksi Berat: Pape Thiaw Diskors 5 Laga
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw(AFP/ABDEL MAJID BZIOUAT)

KEMENANGAN dramatis timnas Senegal atas timnas Maroko di final Piala Afrika 2025, 18 Januari lalu, meninggalkan jejak kelam. Federasi Sepak Bola Afrika (CAF) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada pelatih Senegal, Pape Thiaw, berupa larangan mendampingi tim dalam lima pertandingan dan denda sebesar US$100.000.

Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola. Keputusan ini menyusul aksi protes keras yang memicu kekacauan di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.

Kronologi Kekacauan di Lapangan

Laga yang dimenangi Senegal dengan skor 1-0 tersebut sempat terhenti selama 17 menit. Ketegangan memuncak saat wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko di masa injury time. 

Thiaw, yang masih emosi karena menganggap kapten Maroko Achraf Hakimi melakukan pelanggaran sebelum gol Ismaila Sarr dianulir, memerintahkan para pemainnya untuk meninggalkan lapangan.

Pertandingan baru dilanjutkan setelah penyerang bintang Sadio Mane berhasil meyakinkan rekan-rekannya untuk kembali bertanding. 

Drama berakhir setelah kiper Senegal, Edouard Mendy, menepis tendangan penalti Panenka Brahim Diaz. Gelar juara akhirnya dikunci melalui gol tunggal Pape Gueye di menit keempat babak tambahan waktu.

Hujan Denda dan Skorsing

Selain Thiaw, CAF juga menghukum sejumlah pemain dan federasi dengan total denda mencapai hampir 1 juta pound sterling. Mereka yang terkena denda dan skorsing adalah:

 Senegal

  • Iliman Ndiaye dan Ismaila Sarr dilarang bertanding dalam dua laga. 
  • Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) didenda total $615.000 atas perilaku tidak sportif pemain, staf, dan suporter.

Maroko: 

  • Ismael Saibari diskors tiga laga, sementara Achraf Hakimi menerima skorsing dua laga (satu laga ditangguhkan).
  • Federasi Maroko (FRMF): Didenda total US$315.000, termasuk sanksi atas perilaku tidak pantas ball boy yang mencoba mencuri handuk Edouard Mendy, serta invasi staf ke area VAR.

Protes resmi Maroko yang meminta hasil pertandingan dibatalkan karena aksi mogok pemain Senegal juga resmi ditolak oleh komite disiplin CAF.

Sikap Rendah Hati Pape Thiaw

Menanggapi denda besar yang menjeratnya, Pape Thiaw menunjukkan sikap ksatria. Melalui unggahan di Instagram, ia berterima kasih atas dukungan suporter namun meminta mereka untuk tidak menggalang dana bagi dirinya.

"Meskipun saya memahami dan menghargai niat baik ini, saya mengajak Anda untuk mengalihkan dana tersebut ke tujuan yang lebih mendesak, demi kepentingan mereka yang benar-benar membutuhkannya," tulis Thiaw.

Kabar baik bagi kedua tim, sanksi ini hanya berlaku untuk kompetisi di bawah naungan CAF. 

Artinya, Pape Thiaw dan para pemain yang terlibat tetap bisa memperkuat tim nasional mereka di ajang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya