Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sadio Mane Bidik Gelar Piala Afrika Kedua, Laga Kontra Maroko akan Jadi Perpisahan

Khoerun Nadif Rahmat
17/1/2026 10:12
Sadio Mane Bidik Gelar Piala Afrika Kedua, Laga Kontra Maroko akan Jadi Perpisahan
Penyerang timnas Senegal Sadio Mane.(AFP/SEBASTIEN BOZON )

SADIO Mane berpeluang menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda sepak bola Afrika jika mampu membawa timnas Senegal menaklukkan tuan rumah timnas Maroko di laga final Piala Afrika, Senin (19/1) dini hari WIB, yang juga ia sebut sebagai penampilan terakhirnya di turnamen tersebut.

Mane akan menutup perjalanan panjangnya di Piala Afrika setelah lebih dari satu dekade membela Senegal. Mane menjalani debut internasional pada 2012 dan telah mencatat lebih dari 120 penampilan bersama tim nasional.

Puncak karier internasionalnya terjadi pada Februari 2022 saat Senegal menjuarai Piala Afrika untuk pertama kalinya. Kala itu, Singa Teranga mengalahkan timnas Mesir melalui adu penalti di final.

Mane, yang sempat gagal mengeksekusi penalti di waktu normal, justru mencetak gol penentu di babak tos-tosan.

“Sebelum saya menjuarai Piala Afrika, kadang saya bermain buruk karena tekanan,” kata Mane dikutip dari AFP.

“Di Eropa, orang mencintai timnas, tetapi sebagian lebih mencintai klub. Senegal justru sebaliknya. Karena itu tekanannya sangat besar dan saya harus memenangkannya. Itu sangat penting.” lanjutnya.

Perjalanan Mane bersama timnas juga diwarnai fase sulit, termasuk kekalahan di final Piala Afrika 2019 dari timnas Aljazair serta absennya ia di Piala Dunia 2022 akibat cedera.

Namun, Mane berharap 2026 menjadi tahun penutup yang manis. Setelah mencetak gol penentu kemenangan atas Mesir di semifinal, Mane mengumumkan bahwa final melawan Maroko di Rabat akan menjadi laga terakhirnya di Piala Afrika.

“Saya berharap bisa menang dan membawa trofi kembali ke Dakar,” ujar Mane.

Senegal sendiri diprediksi memasuki fase transisi generasi. Selain Mane, sejumlah pemain senior seperti Edouard Mendy, Kalidou Koulibaly, dan Idrissa Gana Gueye disebut mendekati akhir masa emas mereka, dengan Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi panggung terakhir mereka.

Sementara itu, Pelatih Senegal Pape Thiaw menilai peran Mane masih sangat krusial. 

“Kita berharap masih bisa bersama dia lebih lama, karena pemain seperti dia tidak datang setiap hari dan kami harus memaksimalkannya,” kata Thiaw.

Sepanjang turnamen di Maroko, Mane baru mencetak dua gol, termasuk satu gol di fase grup melawan Republik Demokratik Kongo. Total, ia kini mengoleksi 11 gol Piala Afrika, menempatkannya dalam jajaran elite pencetak dua digit gol sepanjang sejarah turnamen.

Dengan munculnya pemain muda seperti Iliman Ndiaye dan Ibrahim Mbaye, Mane dapat meninggalkan Piala Afrika dengan keyakinan bahwa lini serang Senegal berada di tangan yang tepat.

Jika mampu mengantar Senegal meraih gelar kedua dalam tiga edisi terakhir, Mane akan menutup kiprahnya sebagai simbol kejayaan baru sepak bola Afrika. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya