Sabtu 26 Februari 2022, 07:05 WIB

Persaingan Dua Pelatih Jerman di Carabao

Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola | Sepak Bola
Persaingan Dua Pelatih Jerman di Carabao

MI/Ebet
Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola

 

JUERGEN Klopp pantas disebut pelatih Jerman terbaik di Liga Inggris. Ia bukan hanya mampu mengembalikan kebesaran Liverpool, tetapi juga memperkenalkan filosofi baru kepada klub yang memiliki tradisi panjang dalam persepakbolaan Inggris yakni dengan permainan gegen-pressing.

Memang perjalanan Klopp untuk mengembalikan kebesaran ‘si Merah’ tidaklah mudah. Namun, seperti janjinya, ia mampu membangun kebesaran dan mempersembahkan gelar kepada Liverpool setelah lima tahun ditanganinya.

Bukan hanya juara Liga Primer, Klopp juga membawa Liverpool memenangi Liga Champions. Bahkan setelah itu ia membawa klub asal kota pelabuhan tersebut menjadi juara dunia antarklub.

Setelah tujuh musim kepemimpinannya, Liverpool menjadi klub yang disegani bukan hanya di Inggris, tetapi juga di Eropa. Klopp selalu mampu membawa energi positif yang membuat anak-anak asuhannya selalu berupaya untuk menampilkan permainan terbaik.

Gaya kepemimpinan seperti itu sudah Klopp tunjukkan sejak menangani klub di negaranya, Borussia Dortmund. Ia mampu memimpin Dortmund untuk mematahkan dominasi Bayern Muenchen di Bundesliga.

Minggu malam besok, Klopp mendapat kesempatan untuk menambah koleksi piala bagi Liverpool. Di Stadion Wembley, Jordan Henderson dan kawan-kawan akan tampil menghadapi Chelsea untuk memperebutkan piala pertama di musim ini, Piala Carabao.

Pertandingan final menjadi menarik bukan hanya karena mempertemukan dua klub terbaik Inggris. Ada pula persaingan di antara dua pelatih Jerman. Semakin menarik lagi, kedua pelatih Jerman ini ibaratnya ‘kakak-beradik’ karena sama-sama pernah menangani Dortmund.

Thomas Tuchel yang harus dihadapi Klopp merupakan penerusnya di Dortmund. Ketika Klopp memutuskan menerima tawaran Liverpool pada 2015, Tuchel-lah yang ditunjuk untuk menggantikannya.

Tuchel memiliki filosofi yang sama dengan Klopp. Ia menerapkan juga gegen-pressing, yakni permainan yang menekan. Inilah yang menjadi alasan mengapa Tuchel ditunjuk menjadi pelatih Dortmund.

 

 

Nasib Lukaku 

Hanya, berbeda dengan Klopp yang suka memainkan pola 4-3-3, Tuchel lebih memilih pola 3-4-3 sebagai dasar permainan tim asuhannya.

Tuchel lebih memilih menjaga keseimbangan tim dengan menerapkan 'double-six' di lapangan tengah.

Duet N’Golo Kante dan Jorginho menjadi gelandang bertahan yang bertugas merusak permainan lawan dan menjadi penekan pertama ketika Chelsea kehilangan bola. Permainan menekan itulah yang membuat ujung tombak Romelu Lukaku sulit untuk bisa mengikutinya.

Penyerang asal Belgia itu tampil istimewa saat membela negaranya di ajang Piala Dunia 2018. Internazionale Milan terpincut untuk menarik pemain berkulit hitam yang tinggi-besar itu dari Manchester United karena penampilan yang agresif dan selalu haus gol. Penampilan cemerlang di Inter Milan itulah yang kemudian membuat Roman Abramovich berani membayar 97,5 juta pound sterling untuk membawanya ke Chelsea.

Namun, dari 28 penampilannya bersama the Blues, Lukaku bermain di bawah standar. Ia hanya 10 kali bisa melepaskan tendangan ke gawang lawan dan baru lima gol yang ia sumbangkan untuk Chelsea.

Permainan tanpa gairah itulah yang membuat Tuchel tidak menempatkan pemain asal Belgia tersebut sebagai pemain utama. Lukalu sempat frustrasi dan mengeluh diperlakukan tidak adil oleh Tuchel. Perang terbuka itu sempat membuat suasana di dalam tim menjadi tidak sehat.

Namun, Lukaku tidak juga kunjung membaik. Itulah yang membuat Tuchel memilih untuk menempatkan Kai Havertz sebagai ujung tombak karena penyerang asal Jerman ini lebih rajin bermain. Havertz tidak ragu untuk turun sampai ke belakang guna membantu pertahanan.

Trio Christian Pulisic-Havertz-Hakim Ziyech jauh lebih dinamis ketika diturunkan. Saat bertemu Lille di ajang Liga Champions, Havertz dan Pulisic bahkan menyumbangkan dua gol kemenangan bagi Chelsea. Amat mungkin trio itu akan kembali diturunkan untuk menghadapi Liverpool besok malam.

Tuchel yang baru sukses membawa Chelsea menjadi juara dunia antarklub merasa yakin anak-anak asuhannya akan bisa mempersembahkan gelar kedua dalam dua minggu. Kehadiran kembali Recce James membuat Tuchel mendapatkan suntikan tambahan untuk memperkukuh gelandang kanan.

Apabila James main di gelandang, kapten Cesar Azpilicueta bisa mengisi posisi center-back bersama Thiago Silva dan Antonio Ruediger. Dengan pengalaman yang panjang, trio itu akan mampu meredam kecepatan trisula tim 'Merah', Sadio Mane-Luis Diaz-Mohamed Salah.

 

Liverpool diunggulkan 

Meski Tuchel memiliki ambisi kuat mengalahkan 'sang kakak', Liverpool diunggulkan untuk menjadi klub pertama yang mengangkat piala di musim kompetisi sekarang ini. Kebersamaan di antara pemain yang lebih lama membuat 'the Reds' lebih solid.

Kehadiran pemain muda asal Kolombia, Luis Diaz, menambah daya gempur Liverpool. Diaz mampu cepat beradaptasi dengan tim sehingga sudah bisa menggantikan Roberto Firmino yang sudah mulai lamban dan Diogo Jota yang terbelit oleh cedera. Pemain yang ditarik dari FC Porto Portugal itu sudah menyumbangkan gol pertama saat mengalahkan Norwich 3-1.

Duet yang apik bersama Salah dan Mane membawa Liverpool pesta gol saat menggunduli Leeds United 6-0, Rabu lalu. Itulah yang membuat Klopp lebih yakin menghadapi pertandingan besok malam.

Namun, pertandingan di Stadion Wembley bukan partai yang mudah untuk dimenangi Liverpool. Dibutuhkan kesabaran terutama untuk mengendalikan lapangan tengah karena Chelsea juga dalam grafik permainan yang menanjak setelah memenangi Kejuaraan Dunia Antarklub di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dua pekan lalu.

Tugas berat bagi Henderson dan Fabinho untuk bertarung dengan Kante dan Jorginho yang tidak pernah berhenti menjelajah lapangan. Apabila Henderson dan Fabinho mampu menarik perhatian 'double-six' Chelsea, dua bek sayap Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson bisa lebih leluasa bergerak dari sektor sayap.

Menarik juga untuk menunggu duel yang akan terjadi antara Salah dan Ruediger serta Mane dan Azpilicueta. Kelincahan dua bintang penyerang asal Afrika itu akan diuji permainan tanpa kompromi yang selalu diperlihatkan center-back the Blues. Terutama Salah harus berhati-hati apabila tidak ingin bernasib seperti gelandang menyerang Manchester City Kevin de Bruyne yang harus digotong keluar lapangan karena diganjal Ruediger di final Piala Champions musim lalu.

Liverpool perlu lebih awal untuk bisa mencetak gol apabila ingin mengangkat Piala Carabao. Chelsea bisa membuyarkan mimpi tim 'Merah' untuk menjadi tim pertama yang merebut gelar musim ini karena mereka mempunyai pemain seperti Havertz yang secara tiba-tiba bisa mengejutkan pertahanan Liverpool dan mencuri gol kemenangan.

Baca Juga

AFP

Juventus Tawarkan Chelsea Barter De Ligt Dengan Werner

👤Widhoroso 🕔Jumat 01 Juli 2022, 20:43 WIB
JUVENTUS dilaporkan meminta Timo Werner sebagai bagian dari kesepakatan barter dengan Chelsea yang ngebet mendatangkan Matthijs de...
AFP

Bruno Fernandes Yakin Ronaldo Tidak Akan Tinggalkan Old Trafford

👤Widhoroso 🕔Jumat 01 Juli 2022, 19:55 WIB
GELANDANG Manchester United, Bruno Fernandes meyakini kompatriotnya, Cristiano Ronaldo, akan bertahan di Old Trafford musim panas...
DOK MI

Abel Camara Lengkapi Kuota Pemain Asing Arema FC

👤Widhoroso 🕔Jumat 01 Juli 2022, 18:28 WIB
AREMA FC akhirnya mengumumkan pemain asing terakhir yang direkrut untuk Liga 1 2022-2023. Singo Edan mengontrak penyerang Bissau-Guinea,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya