Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat tertatih-tatih dalam perjalanan di awal, Arsenal mulai menemukan kembali performa permainan mereka. Enam pertandingan Liga Primer terakhir tanpa terkalahkan membawa Arsenal menapaki papan tengah. Kini tim asuhan Mikel Arteta mulai bersiap untuk bisa menembus papan atas.
Kepercayaan diri mulai menggumpal kembali di diri para pemain the Gunners. Meski Sabtu malam ini mereka harus bertandang ke Stadion King Power, Pierre-Emerick Aubameyang dan kawan-kawan yakin akan bisa melanjutkan tren kebangkitan untuk menembus papan atas.
Keteguhan Arteta untuk membangunkan moral pemain sungguh luar biasa. Setelah dicukur habis Manchester City 5-0, Arsenal justru seakan membentur dasar kolam dan mengalami titik balik.
Kesuksesan untuk menembus perempat final Piala Carabao Selasa lalu merupakan salah satu bukti lain bahwa the Gunners sedang bangkit kembali. Kemenangan 2-0 atas Leeds United membawa Arteta berpeluang untuk setidaknya mempersembahkan satu piala kemenangan di musim sekarang ini.
Arsenal sangat membutuhkan masuk ke papan atas untuk membayar kegagalan mereka tampil di Liga Eropa sekarang ini. Belum pernah dalam sejarahnya, the Gunners tidak mendapatkan tiket di kompetisi Liga Eropa yang ada.
Pola 4-4-2
Salah satu kunci kebangkitan kembali Arsenal terletak pada pilihan Arteta untuk kembali ke gaya Inggris 4-4-2. Dengan Aubameyang yang pulih dari cedera dan Alexandre Lacazette sebagai pendampingnya, the Gunners memiliki dua target-man yang sama berbahayanya.
Inilah yang membuat pemain belakang lawan sulit untuk mengawalnya. Aubameyang dan Lacazette bukan hanya memiliki ketajaman yang sama, tetapi juga menjadi duet yang sangat kompak untuk saling membuka peluang bagi rekan lainnya.
Apalagi Arteta memiliki dua gelandang muda yang bisa didorong untuk bermain dari sayap. Bukayo Saka membantu penyerangan dari sayap kanan dan Emile Smith Rowe beraksi dari sayap kiri.
Baik Saka maupun Rowe tidak hanya menjadi pengumpan bola-bola silang ke mulut gawang lawan. Keduanya juga memiliki kemampuan untuk menembus masuk kotak penalti. Tidak jarang pemain belakang lawan terkecoh karena Saka ataupun Rowe sudah mengancam gawang mereka.
Arteta pantas bersyukur, beberapa pemain kunci yang sempat dilanda cedera di awal kompetisi, sekarang sudah pulih. Thomas Partey bisa kembali menjadi gelandang bertahan yang mampu membuyarkan serangan lawan. Pasangannya, Albert Sambi Lokonga, juga bermain apik untuk menjadi jangkar di lapangan tengah.
Kompaknya Partey dan Sambi mengurangi beban bagi empat pemain belakang. Malam ini peran keduanya lebih-lebih sangat dibutuhkan karena Arteta menghadapi keterbatasan pilihan pemain akibat banyak cedera baru yang dialami pemain belakang.
Bek kiri Kieran Tierney diragukan untuk bisa tampil karena mengalami memar pergelangan kaki. Demikian pula dengan Pablo Mari dan Rob Holding yang harus istirahat bahkan sampai tahun depan.
Arsenal dilaporkan telah menetapkan bek Newcastle United, Tino Livramento, sebagai target prioritas untuk bursa transfer musim panas 2026.
Kasper Hjulmand menilai Bayer Leverkusen tampil dominan dan hampir saja mengunci kemenangan sebelum kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Mengapa Liverpool, Man City, Chelsea, Arsenal, dan Spurs raih hasil minor di 16 Besar UCL 2026? Simak analisis taktik dan penyebab kegagalannya di sini.
Mikel Arteta mengakui performa Arsenal belum berada pada level terbaik meski tetap membawa pulang hasil yang cukup positif untuk laga leg kedua 16 besar Liga Champions kontra Bayer Leverkusen.
Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen di leg pertama 16 besar Liga Champions 2026 berkat gol penalti Kai Havertz di menit akhir.
Arsenal, Chelsea, dan Manchester United bersaing mendapatkan Johan Manzambi dari SC Freiburg. Simak profil gelandang yang dijuluki Michael Ballack baru ini.
KETIKA dua tahun lalu ditunjuk menjadi pelatih Bayern Muenchen, banyak yang meragukan Vincent Kompany akan mampu mengembalikan kebesaran klub raksasa asal Bavaria itu.
TIDAK ada jaminan prestasi sepak bola akan bisa terus bertahan.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
PEKAN lalu saya mendapat undangan untuk berdiskusi dalam dialog meja bundar yang diselenggarakan Televisi Republik Indonesia (TVRI).
SEPERTI cuaca, begitulah prestasi klub sepak bola yang begitu cepat berubah sekarang ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved