Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKALAHAN tidak harus membuat dunia seakan sudah kiamat. Justru kekalahan bisa dijadikan sebagai momen untuk kebangkitan. Pepatah bahkan menyebutkannya, kekalahan ialah keberhasilan yang tertunda.
Itulah yang coba dimaknai pelatih Manchester United Michael Carrick. Kekalahan pertama, setelah enam kemenangan, yang diterima dari Newcastle United sebelas hari lalu memberikan masukan bahwa masih ada kelemahan yang masih dimiliki 'Setan Merah'.
“Tentu kekalahan itu terasa menyakitkan karena kami bermain baik. Namun, kami melihat dengan kacamata yang positif bahwa ada kelemahan yang dimiliki tim asuhan saya,” ujar Carrick.
Ia melihat semua pemain bergegas untuk memperbaiki kelemahan yang masih ada itu. Mereka melihat pertemuan dengan Aston Villa di Old Trafford sebagai momen untuk bangkit kembali.
Apalagi pertandingan Minggu malam nanti akan menentukan siapa yang berhak untuk berada dalam kelompok tiga besar Liga Primer musim ini. Kemenangan atas Villa akan mengukuhkan 'Setan Merah' untuk berada di posisi ketiga klasemen.
Carrick merasa puas dengan sikap dan komitmen yang ditunjukkan anak-anak asuhannya. Pencapaian yang diraih dalam 13 pertandingan terakhir cukup membesarkan hati bahwa Manchester United mampu bersaing lagi di Liga Primer.
KEMBALI LAGI
Di tangan Carrick, 'Setan Merah' menemukan kembali gaya permainan lama mereka. Bola-bola pendek dari kaki ke kaki mengalir secara cepat dan tiba-tiba dipadukan dengan umpan panjang yang mengubah arah serangan.
Set-piece 'Setan Merah' juga dilakukan secara rapi dalam latihan. Tidak mengherankan ketika dalam permainan hal itu mengejutkan pertahanan lawan.
Gol yang diciptakan Bryan Mbeumo saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur merupakan bukti dari latihan set-piece yang baik. Dari sebuah tendangan penjuru yang dilakukan kapten kesebelasan Bruno Fernandes, gelandang Kobbie Mainoo bergerak mendekat untuk menerima bola pendek dan dengan hanya satu sentuhan bola diumpankan lagi ke depan gawang tempat Mbeumo sudah menunggu bebas di luar kotak penalti dan gol.
Sudah jarang Manchester United membuat set-piece seperti itu. Setelah ditinggal Sir Alex Ferguson permainan 'Setan Merah' begitu monoton dan tidak memiliki kejutan serangan.
Padahal pada masa keemasan serangan Manchester United seperti sebuah text book. Setiap pemain tahu harus berdiri di mana dan tahu harus melakukan apa untuk menjebol gawang lawan.
Mulai era Eric Cantona, Andy Cole, Dwight Yorke, Teddy Sheringham, Ruud van Nilstelrooy, Robbie van Persie, Cristiano Ronaldo, hingga Wayne Rooney, ujung tombak ibaratnya hanya tinggal menunggu bola matang. Bola akan datang dengan sendirinya sehingga mudah menjebol gawang lawan.
Latihan set-piece yang rutin dan disiplin merupakan kunci kesuksesan. Semua pemain harus mau duduk bersama merancang set-piece yang baru dan kemudian mereka praktikkan di lapangan saat berlatih.
Carrick yang paham tradisi lama Manchester United menghidupkan kembali pendekatan itu. Latihan di Carrington menjadi hidup dan para pemain keluar dengan ide-ide baru.
Apalagi secara kualitas, 'Setan Merah' memiliki pemain yang kemampuan tekniknya istimewa. Mainoo yang selama ini hanya dibangkucadangkan kini tampil dengan gaya permainan yang menjelajah jauh seperti Clarence Seedorf saat bermain untuk Ajax dan AC Milan.
Duetnya dengan Casemiro benar-benar membuat Manchester United menemukan kembali jangkar yang kukuh. Kematangan dan senioritas Casemiro membuat 'Setan Merah' menjelma sebagai kekuatan yang menakutkan.
MATHEUS CUNHA
Satu lagi pemain yang mengubah permainan 'Setan Merah' menjadi enak untuk ditonton ialah penyerang asal Brasil Matheus Cunha. Ia bukan hanya tajam sebagai penyerang. Wawasan permainannya juga sering merepotkan lawan.
Gol tunggal kemenangan Manchester United atas Everton merupakan contoh ketajaman Cunha dalam melihat permainan. Saat timnya sedang dalam tekanan berat dari 'the Toffees', ia bisa melihat sebuah peluang emas.
Dari daerah permainan 'Setan Merah', Cunha melepaskan umpan diagonal panjang ke daerah kanan pertahanan Everton tempat Mbeumo berada. Ketika Benjamin Sesko sprint dari lebih setengah lapangan dan meninggalkan center-back James Tarkowski, Mbeumo melepaskan umpan terukur ke depan kotak penalti yang langsung disambar Sesko dan tidak mungkin ditahan kiper sekelas Jordan Pickford sekalipun.
Kalau Fernandes dan kawan-kawan bisa mengembangkan permainan yang kreatif seperti itu, besar peluang bagi 'Setan Merah' untuk bisa mengandaskan Villa. Persoalan yang mengganggu konsistensi permainan tim asuhan Carrick hanyalah masih cederanya center-back andalan 'Setan Merah'.
Lisandro Martinez kambuh lagi cederanya setelah ikut membawa 'Setan Merah' menghajar Manchester City. Ia sangat bisa diandalkan untuk mengawal penyerang lawan. Gaya permainannya mengingatkan kepada legenda Jerman, Berti Vogts, yang dengan postur tubuh kecil mampu mematikan penyerang hebat sekelas Johan Cruyff.
Kehadiran Martinez dibutuhkan Carrick untuk mengawasi pergerakan penyerang Villa, Ollie Watkins. Ia merupakan penyerang yang oportunis dan tajam dalam melihat peluang. Tugas menjaga Watkins kini tinggal tergantung kepada Harry Maguire dan Leny Yoro.
KARTU AS VILLA
Meski prestasi terakhir sedang menurun, Villa bukan tim yang mudah dikalahkan. Apalagi jika bisa turun bermain, kiper Emiliano Martinez akan menambah kepercayaan diri tim karena gawang mereka sulit ditembus.
Kapten kesebelasan John McGinn memiliki kepemimpinan kuat dan berani 'berkelahi' di lapangan. Inilah yang membuat semua pemain mau memberikan kemampuan terbaik untuk membawa kemenangan.
Satu lagi kartu as yang dimiliki Villa ialah gelandang muda Morgan Rogers. Ia merupakan pemain masa depan Inggris dan bisa mengubah hasil pertandingan. Itulah yang membuat 'Setan Merah' harus tampil all-out di depan pendukung setia mereka di Old Trafford nanti.
KETIKA dua tahun lalu ditunjuk menjadi pelatih Bayern Muenchen, banyak yang meragukan Vincent Kompany akan mampu mengembalikan kebesaran klub raksasa asal Bavaria itu.
TIDAK ada jaminan prestasi sepak bola akan bisa terus bertahan.
PEKAN lalu saya mendapat undangan untuk berdiskusi dalam dialog meja bundar yang diselenggarakan Televisi Republik Indonesia (TVRI).
SEPERTI cuaca, begitulah prestasi klub sepak bola yang begitu cepat berubah sekarang ini.
SAAT wawancara dengan 'dua Yahya', Tantowi Yahya dan Helmy Yahya, saya katakan klub yang paling berpeluang memenangi Liga Primer musim ini ialah Arsenal.
Penyerang Belanda Joshua Zirkzee dilaporkan ingin hengkang dari Manchester United pada bursa transfer 2026 demi menit bermain dan posisi di Piala Dunia.
West Ham United dilaporkan ingin mempermanenkan Axel Disasi dari Chelsea setelah performa impresifnya di lini pertahanan The Hammers musim ini.
Arsenal dilaporkan telah menetapkan bek Newcastle United, Tino Livramento, sebagai target prioritas untuk bursa transfer musim panas 2026.
Mengapa Liverpool, Man City, Chelsea, Arsenal, dan Spurs raih hasil minor di 16 Besar UCL 2026? Simak analisis taktik dan penyebab kegagalannya di sini.
Arsenal, Chelsea, dan Manchester United bersaing mendapatkan Johan Manzambi dari SC Freiburg. Simak profil gelandang yang dijuluki Michael Ballack baru ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved