Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
JUVENTUS sukses melenggang ke partai puncak Coppa Italia walau bermain imbang 0-0 dengan AC Milan dalam laga leg kedua semifinal pada Jumat (12/6/2020). Skuad ‘Hitam Putih’ berhak tampil di final berkat mengantongi gol tandang saat leg pertama yang berakhir imbang 1-1 pada Februari lalu.
Pelatih Juventus Maurizio Sarri menilai Allianz Arena yang hening dari dukungan para fan membuat anak asuhnya tampil di bawah performa sehingga gagal merebut kemenangan.
Sempat menguasai laga hingga pertengahan babak pertama, setelah itu tensi permainan cenderung monoton dan aliran bola Juventus menjadi mandek. Juventus bahkan tidak bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah striker musuh Ante Rebic diganjar kartu merah.
“Saya kaget sekaligus puas pada 30 menit karena kami mengalirkan bola dengan cepat, bahkan sebelum kartu merah. Namun, setelahnya tempo kami mulai pelan, intensitas dan determinasi kami berkurang, tapi itu adalah risiko bermain di stadion yang kosong,” ujar Sarri seperti dilansir Football Italia.
Sarri mengaku tetap memuji anak asuhnya yang tak membiarkan pemain Milan menciptakan peluang berbahaya yang mengancam gawang Gianluigi Buffon. Mantan pelatih Chelsea itu menjelaskan anak asuhnya mengalami situasi yang berbeda dengan pramusim.
Cristiano Ronaldo dkk telah mengalami masa sulit dalam tiga bulan akibat adanya wabah virus korona baru (covid-19) sehingga mental dan fisik mereka belum sepenuhnya fit 100%.
Seusai menang dari Milan, Juventus masih menunggu siapa lawan yang akan dihadapi di babak final pada Kamis (18/6).
Dua tim yang masih akan bertarung untuk bisa menyusul Juventus ialah Napoli dan Inter Milan. Hingga berita ini diturunkan, laga Napoli kontra Inter Milan belum dimulai.
Duel Juventus dengan Milan seperti diketahui menjadi pertandingan pembuka kompetisi sepak bola di Italia. *Sama seperti beberapa negara lainnya di Eropa, Italia menangguhkan seluruh ajang olahraga sejak Maret.
Senang dan kecewa
Pemain Valencia Rodrigo Moreno mengungkapkan bahwa perasaannya campur aduk setelah timnya ditahan imbang Levante dengan skor 1-1 pada lanjutan La Liga, Jumat (12/6).
Rodrigo sejatinya akan menjadi pahlawan bagi Valencia setelah mencetak gol pada menit ke-89. Namun, semua itu harus pupus ketika Levante menyamakan kedudukan melalui titik putih pada injury time. Hadiah penalti diberikan wasit Javier Alberola gara-gara Mouctar Diakhaby menarik Ruben Vezo di kotak terlarang.
“Perasaan yang campur aduk, tentu saja. Kami bermain baik untuk memenangi laga, terutama setelah mencetak gol. Saya tidak tahu apakah itu penalti atau tidak, tapi sangat memalukan ketika laga ini berakhir imbang,” kata Rodrigo dilansir dari situs resmi klub.
Kehilangan tiga poin kini membuat Valencia harus berjuang keras demi spot Liga Champions musim depan. Mereka menghuni peringkat tujuh dengan 43 poin, tertinggal tiga poin dari Real Sociedad yang menghuni peringkat empat. (AFP/R-3)
Pelatih Galatasaray Okan Buruk menyebut kemenangan telak atas Juventus pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions sebagai momen bersejarah bagi timnya.
Kemenangan 5-2 Galatasaray atas Juventus memecahkan berbagai rekor bersejarah. Mulai dari rekor Noa Lang hingga dominasi absolut atas wakil Italia di Istanbul.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, bongkar rahasia kemenangan telak atas Juventus di Liga Champions. Simak instruksi ruang ganti yang ubah ketertinggalan jadi pesta gol.
Bek Juventus Pierre Kalulu bicara blak-blakan usai kekalahan memilukan dari Galatasaray. Ia menuntut tim bangkit dan menanggapi permintaan maaf bintang Inter, Bastoni.
Galatasaray tampil perkasa saat melibas Juventus. Noa Lang cetak brace, sementara Sacha Boey dan Baris Alper Yilmaz puji taktik jitu pelatih Okan Buruk.
Teun Koopmeiners mencetak brace perdana di Liga Champions, namun Juventus justru dibantai 5-2 oleh Galatasaray.
Preview bola AC Milan vs Como Serie A 2026. Simak prediksi skor, head to head, dan kondisi pemain jelang laga krusial di San Siro.
AC Milan harus bersusah payah untuk membawa pulang poin penuh saat bertandang ke markas Pisa dalam lanjutan pekan ke-25 Serie A, Sabtu (14/2).
AC Milan mengamankan posisinya di peringkat kedua klasemen Serie A usai menundukkan juru kunci Pisa, Sabtu (14/2) dini hari WIB. Laga Pisa vs AC Milan berakhir dengan skor 1-2.
Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek membawa AC Milan menang tipis atas Pisa. Simak komentar Modric soal persaingan Scudetto dan rekor bersejarahnya.
Max Allegri puji peran vital Luka Modric dalam kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa. Pelatih Rossoneri ini sebut semua pemain harus belajar dari Modric.
AC Milan sukses mencuri tiga poin di markas Pisa dengan skor 2-1. Meski diwarnai penalti gagal dan kartu merah, gol Luka Modric jadi penentu kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved