Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan pihaknya akan mengawal ketat proses hukum kasus kematian tragis NS (12). Bocah asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut meninggal dunia dengan luka lebam dan luka bakar yang diduga akibat penganiayaan oleh ibu tirinya.
Komisi III DPR mengutuk keras tindakan keji tersebut dan mendesak aparat kepolisian memberikan hukuman maksimal kepada pelaku.
Habiburokhman menyarankan agar penyidik Polres Sukabumi menjerat pelaku dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Dengan ancam hukumnya adalah 15 tahun penjara," kata Habiburokhman dikutip dari Antara, Minggu (22/2).
Lebih lanjut, ia meminta penyidik untuk membedah kasus ini dengan teliti. Jika ditemukan bukti bahwa penganiayaan dilakukan secara berulang atau berkelanjutan, hal tersebut harus menjadi faktor pemberat hukuman bagi pelaku.
"Kami akan terus kawal kasus ini sampe ke persidangan agar almarhum dan keluarganya mendapatkan keadilan," tegasnya.
Peristiwa memilukan ini bermula saat korban, yang sehari-harinya menimba ilmu di pesantren, pulang ke rumah untuk menjalani libur persiapan awal puasa bersama keluarga di Kabupaten Sukabumi.
Nahas, momen berkumpul keluarga tersebut berubah menjadi tragedi. Ayah korban yang sedang bekerja di Kota Sukabumi tiba-tiba menerima telepon dari istrinya (ibu tiri korban) yang memintanya segera pulang dengan alasan sang anak jatuh sakit.
Sesampainya di rumah, ayah korban mendapati kondisi anaknya sangat memprihatinkan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit dengan bekas luka lebam serta luka bakar di sekujur tubuh.
(Ant/P-4)
Seorang pria di Purwakarta tewas dianiaya sekelompok preman saat menggelar hajatan anaknya. Korban dipukul bambu karena menolak pungli. Cek kronologinya!
Pesta pernikahan di Purwakarta berubah jadi tragedi. Tuan rumah meninggal dunia usai diduga dianiaya sekelompok preman, polisi buru pelaku.
Polda Babel menetapkan 3 tersangka penganiayaan wartawan TV One dan media online. Pelaku terancam 7 tahun penjara atas pengeroyokan dan intimidasi jurnalis.
MINTA, seorang lelaki paruh baya warga Bayabang RT 001/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia gara-gara labu siam.
Komisi III DPR RI desak pengusutan tuntas kasus kematian Nizam (12) di Sukabumi. Habiburokhman peringatkan polisi agar transparan dan tak ada yang ditutup-tutupi!
Dodo dan Nasio Siagian, ayah dan anak, terjerat pasal berlapis penganiayaan terhadap tetangga di Kapuk, Jakarta Barat.
Komisi III DPR RI apresiasi vonis bebas videografer Amsal Sitepu di PN Medan. Habiburokhman tegaskan karya kreatif tidak bisa disamakan dengan pengadaan barang fisik.
Dalam industri kreatif, standarisasi biaya bersifat subjektif dan didasarkan pada kesepakatan antarpihak.
Kontras mendesak DPR mendorong Presiden membentuk TGPF Independen untuk usut tuntas aktor intelektual penyiraman air keras Andrie Yunus demi menjaga demokrasi
KontraS mengungkap "Operasi Sadang" di balik kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Diduga melibatkan 16+ personel intelijen dan menyasar aktivis lainnya.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus videografer Amsal Christy Sitepu.
PELAKU penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus diduga melibatkan anggota Bais TNI. Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar administrasi kasus dilakukan cermat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved